Peringatan untuk Pemerintah, Harus Ada Terobosan Baru untuk Menurunkan Deforestasi

Peringatan untuk Pemerintah, Harus Ada Terobosan Baru untuk Menurunkan Deforestasi
Penyampaian hasil kajian Kemitraan terkait Deforestasi Indonesia. Foto: dok Kemitraan

jpnn.com, JAKARTA - Deforestasi yang telah terjadi puluhan tahun, dianggap menjadi salah satu penyebab terjadinya berbagai bencana banjir dan longsor di Indonesia.

Direktur Eksekutif Kemitraan, Laode M. Syarif mengatakan deforestasi juga berkontribusi pada terjadinya pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim dunia.

Menurutnya, upaya untuk mengurangi deforestasi merupakan aspek kritis dalam efektivitas pengelolaan lingkungan yang keberlanjutan, menghambat kecepatan perubahan iklim serta mencegah hilangnya keanekaragaman hayati.

Dia mengatakan berbagai kebijakan dan program pemerintah dianggap telah mampu menurunkan angka deforestasi, terutama sejak 2016.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan bahwa, laju deforestasi menurun setiap tahun, dari 820.000 hektar (tahun 2015 – 2016) menjadi 490.000 hektar (2017 – 2018) ke 439.000 hektar (2017 – 2018).

Tren menurunnya laju deforestasi ini juga sejalan dengan data yang dikeluarkan oleh Global Forest Watch.

“Saat ini, sudah banyak literatur yang mengkaji tentang deforestasi dan menjelaskan penyebab deforestasi, tetapi belum banyak yang
menjelaskan faktor penurunan deforestasi itu dalam studi yang lebih detail," tuturnya.

Oleh karena itu, kata dia, Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan melakukan studi yang bisa mengelaborasi faktor-faktor fenomena menurunnya deforestasi di Indonesia.

Kondisi deforestasi tidak bisa dipulihkan kembali jika pemerintah tidak melakukan terobosan berarti dalam pengelolaan hutan lestari.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News