Peringati Maulid Nabi, JATMAN DKI Ajak Masyarakat Bangun Tradisi Katam Kitab Hadis

Peringati Maulid Nabi, JATMAN DKI Ajak Masyarakat Bangun Tradisi Katam Kitab Hadis
Pengurus JATMAN DKI Jakarta menggelar Halaqah Alim Ulama dan Masyayikh Thoriqoh Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah se-DKI Jakarta dalam memeriahkan Maulid Nabi pada akhir pekan lalu. Foto dok JATMAN DKI

"Jadi thariqah itu pasti Ahlu sunnah wal jamaah, tapi tidak hanya sifatnya tradisi berzikir, tapi juga tradisi pikir. Ketika engkau zikir maka akan melahirkan pikiran yang positif, dan melahirkan amaliah saleh khairiyah,” tegasnya.

Ketua Majlis Ifta JATMAN DKI, KH Yunus Abdul Hamid menambahkan zaman saat ini banyak yang mengaku dirinya Mursyid, tetapi tidak banyak yang memiliki bashirah atau penglihatan mata hati yang tajam, sehingga mengetahui penyakit hati muridnya, dan membimbing muridnya untuk dapat menyucikan jiwa.

Ibarat dokter yang mengobati pasien, mursyid harus mengetahui terlebih dulu penyakitya agar dapat memberikan obat yang sesuai dengan penyakit yang diderita pasien.

"Artinya, hatinya sudah futuh, melalui wirid yang sanadnya bersambung sampai kepada Rasulullah, mursyid akan membimbing muridnya untuk terlebih dulu bertobat. Setelah itu, mursyid akan menuntun muridnya menapaki manzilah yang lebah tinggi, yaitu istikamah. Setelah seseorang itu bertakwa maka dengan rahmat Allah SWT orang tersebut menjadi muslim yang kaffah,” jelas Kiai Yunus.

Kiai Yunus mengatakan, ketika seseorang telah terbebas dari berhala fisik seperti tidak menyembah patung dan sejenisnya, maka harus juga terbebas dari berhala nafsu yang ada dalam diri.

"Dengan begitu, ibadahnya tidak karena perkara dunia, seperti harta dan jabatan, tetapi murni karena Allah," sebutnya.(chi/jpnn)


Ketika seseorang telah terbebas dari berhala fisik seperti tidak menyembah patung dan sejenisnya, maka harus juga terbebas dari berhala nafsu yang ada.


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News