JPNN.com

Perjumpaan Nenek-Cucu Setelah 5 Tahun Terpisah Akibat Rezim ISIS

Selasa, 16 April 2019 – 00:00 WIB Perjumpaan Nenek-Cucu Setelah 5 Tahun Terpisah Akibat Rezim ISIS - JPNN.com

Setelah lima tahun, panggilan telepon yang tak terhitung jumlahnya, pesan teks daring dan dua misi penyelamatan yang gagal, nenek asal Sydney, Karen Nettleton, akhirnya dipersatukan kembali dengan tiga cucu dan dua cicit-nya yang masih hidup di sebuah kamp pengungsian di timur laut Suriah.

Poin utama:

• Ini adalah pertama kalinya Karen Nettleton melihat cucu-cucunya sejak mereka dibawa ke Suriah
• Nettleton sangat ingin membawa mereka kembali ke Australia
• Pemerintah Australia telah memberi tahu Nettleton bahwa anak-anak itu akan segera dibebaskan dan berada di bawah asuhannya

Ini adalah pertama kalinya ia melihat Zaynab, Hoda, dan Humzeh Sharrouf sejak mereka diambil oleh ibu mereka Tara Nettleton, istri dari militan kelompok Negara Islam (ISIS), Khaled Sharrouf -untuk bergabung dengan organisasi teroris itu di Suriah dan Irak. Tara, Khaled dan kedua putra tertua mereka semuanya telah meninggal.

Program Four Corners menemani Nettleton ketika ia melakukan perjalanan ke Suriah untuk menyelamatkan tiga anak dan dua balita yatim tersebut yakni Zaynab, Aiesha dan Fatimah, dari kamp pengungsi al-Hawl, di mana mereka hidup dalam kondisi jorok selama beberapa minggu setelah mereka berhasil melarikan diri dari Baghouz - benteng terakhir ISIS.

"Aku tak percaya ini terjadi. Aku tak percaya ada di sini bersamamu, aku merasa aku sedang bermimpi," kata Hoda yang berusia 16 tahun ketika ia mendorong wajahnya ke dada neneknya.

"Kamu tak sedang bermimpi, kamu tak akan bangun," jawab Nettleton ketika ia mencium Hoda berulang kali. Perjumpaan Nenek-Cucu Setelah 5 Tahun Terpisah Akibat Rezim ISIS Photo: Karen Nettleton tak melihat cucu-cucunya sejak mereka dibawa ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. (Supplied)

Awal dari mimpi buruk

Selama setengah dekade, Nettleton tinggal sendirian di rumahnya yang sunyi di pinggiran kota Sydney. Satu-satunya pengingat fisik tentang keluarganya adalah selusin foto yang menggantung di hampir setiap ruangan.

Sumber ABC Indonesia

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...