Perlu Ada Transformasi Kesehatan untuk Pasien Gagal Ginjal di Indonesia

Perlu Ada Transformasi Kesehatan untuk Pasien Gagal Ginjal di Indonesia
Diskusi publik World Patient Safety Day 2022 bertajuk Dampak Kebijakan Kelas Standar BPJS Kesehatan terhadap Pelayanan Pasien Gagal Ginjal. Foto: dok KPCDI

Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dr. Aida Lydia memberikan lima solusi dalam mencegah dan mengobati PGK. Pertama, meningkatkan pencegahan.

“Terapkan strategi pengelolaan PGK sesuai tahapan progresifitas,” katanya.

Kedua, meningkatkan pemerataan layanan dan jumlah SDM di antaranya melalui mapping kebutuhan layanan, lokasi layanan dan SDM.

Ketiga, meningkatkan rujukan tepat waktu, dengan memastikan program pencegahan dapat berjalan baik, pasien yang membutuhkan terapi pengganti ginjal bisa disiapkan dengan baik, pemasangan kateter dialisis bisa dicegah, serta lama perawatan singkat sehingga menghemat biaya.

Keempat, mengidentifikasi dan terapi komplikasi PGK, seperti anemia, gangguan mineral dan tulang.

Kelima, meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai kesehatan ginjal melalui gerakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan ginjal.

“Ginjal sehat untuk semua, menjembatani kesenjangan pengetahuan untuk kesehatan ginjal yang lebih baik,” pungkasnya.

Adapun keynote speech acara ini adalah Plt. Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, drg. Murti Utami yang mewakili Menteri Kesehatan RI. Narasumber lain antara lain Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, dr. Lily Kresnowati, M.Kes; serta Pelaksana Harian Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Desentralisasi Kesehatan, Kementerian Kesehatan, drg. Doni Arianto, MKM.  (flo/jpnn)

KPCDI menegaskan pentingnya transformasi kesehatan sistem pembiayaan yang adil dan meniadakan kesenjangan biaya bagi pasien gagal ginjal.

Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News