Pernah Dua Kali Terlibat Skandal, AC Milan Kini Kembali Berjaya

Pernah Dua Kali Terlibat Skandal, AC Milan Kini Kembali Berjaya
Para pemain AC Milan melakukan selebrasi seusai menjuarai Serie A 2021-2022. Foto: Twitter/acmilan

Pada 1980, Milan bahkan terlibat skandal Totonero (skandal perjudian dan penentuan hasil pertandingan) dan sebagai sanksinya degradasi ke Seri B. 

Dengan cepat Milan kembali naik ke Seri A, tetapi turun lagi ke Seri B karena menduduki urutan ketiga dari bawah.

Pada 1986, pengusaha Silvio Berlusconi mengambil alih klub ini dan dengan segera menanamkan banyak uang. 

Milan kemudian mengangkat Arrigo Sacchi sebagai pelatih dan merekrut trio Belanda, Ruud Gullit, Marco van Basten, dan Frank Rijkaard. Itulah saat awal masa keemasan dalam sejarah Milan.

Dengan trio terkenal itu, Milan meraih lima trofi Liga Champions, lima Piala Super Eropa, dua Piala Interkontinental, dan satu Piala Dunia Antarklub. Bersama trio Belanda itu, Milan sempat dijuluki The Dream Team.

Pada 2006, Milan kembali terlibat skandal di Seri A bersama empat klub lainnya, yakni pengaturan skor akhir pertandingan. 

Akibatnya, Milan mengalami pemotongan 15 poin dan gagal lolos ke Liga Champions.

Namun, pemotongan itu kemudian dikurangi menjadi tujuh poin saja dan Milan lolos ke Liga Champions.

AC Milan pernah dua kali terlibat skandal pada 1980 dan 2006, kini musim ini kembali berjaya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News