Perokok Pasif Lebih Rentan Terserang Penyakit Sistemis

Perokok Pasif Lebih Rentan Terserang Penyakit Sistemis
Perokok (Ilustrasi). Foto: Ricardo/jpnn.com

"Tanpa memperhatikan regulasi yang seharusnya juga dapat diterapkan di dalam ruangan," tutur Azas.

Sementara itu, beberapa negara maju yang memiliki permasalahan serupa mengenai perokok, saat ini mulai melakukan berbagai pendekatan melalui penelitian untuk mencari tahu bagaimana cara menurunkan angka perokok.

Inggris menjadi salah satu negara yang dinilai paling aktif melakukan penelitian untuk menurunkan jumlah perokok melalui produk rendah risiko. Salah satunya adalah rokok elektrik.

Dari penelitian yang dilakukan oleh Public Health England (PHE) menunjukkan bahwa rokok elektrik 95 persen lebih rendah risiko dibandingkan dengan rokok konvensional.

Hal karena proses pembakaran dihilangkan yang kemudian juga menghilangkan paparan asap pertama bagi perokok. Selanjutnya paparan asap kedua dan ketiga yang mungkin dihirup oleh perokok pasif.

Penggunaan alternatif untuk menghilangkan bahaya yang ditimbulkan oleh asap rokok dan juga secara perlahan mengurangi jumlah perokok dengan memberikan alternatif yang lebih rendah risiko bagi perokok aktif, mungkin bisa menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan.

???????Hal itu terutama melihat hasil yang telah berhasil dicapai oleh beberapa negara maju dengan menggunakan jalan alternatif ini, seperti Inggris.

Dengan semakin banyaknya bukti-bukti ilmiah, hal ini mendukung pemanfaatan produk alternatif seperti rokok elektrik. Meskipun demikian, sejumlah penelitian lanjutan dibutuhkan untuk mengetahui lebih dalam dampak jangka panjang dari produk alternatif tersebut. (ant/dil/jpnn)

Ancaman bahaya rokok yang semakin tinggi, terutama di kota besar seperti Jakarta meningkatkan potensi penyakit sistematis


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News