Persaingan IBL 2025 Lebih Merata, 11 Tim Punya Pemain Heritage dan Naturalisasi

jpnn.com, JAKARTA - Ajang IBL 2025 dipastikan lebih seru mengingat masing-masing tim memiliki pemain keturunan (heritage) dan naturalisasi.
Kehadiran pemain heritage di lapangan membuat setiap tim bisa menurunkan tiga pemain asing di atas lapangan.
Hal itu tentu sangat berpengaruh mengingat selain memiliki tiga pemain asing, adanya heritage/naturalisasi bisa menyeimbangkan tim permainan di atas lapangan.
Dari data terkini, tercatat 11 tim akan menggunakan jasa pemain bergaris keturunan baik dari ayah maupun ibu, ataupun kakek-nenek.
Dirut IBL, Junas Miradiarsyah menyambut baik kedatangan para pemain heritage yang akan meramaikan persaingan di kompetisi kasta tertinggi basket tanah air.
"Kompetisi IBL 2025 akan seru, semua berusaha mencari pemain-pemain terbaik dari pemain asing, naturalisasi dan heritage player," ujar Junas.
Musim lalu tercatat pemain bergaris keturunan dari Belanda hanya point guard RANS Simba Bogor yakni Devon van Oostrum.
Tahun ini jumlah pemain keturunan yang turut meramaikan bertambah seusai ada Leo Sakai (Jepang/Bali United), Anthony Metten (Kesatria Bengawan Solo/Belanda), Franky Johnson (Filipina/Pacific Caesar), dan Xavier Ford (Amerika Serikat/Borneo Hornbills).
Kompetisi IBL 2025 dipastikan lebih seru mengingat masing-masing tim memiliki pemain keturunan (heritage) dan naturalisasi
- IBL All Star 2025 Diwarnai Momen Simulasi Menjadi Pelatih Timnas Basket Indonesia
- Reaksi Ahang Setelah Posisinya Sebagai Pelatih Pelita Jaya Digantikan Justin Tatum
- IBL All Star 2025 Bukan Sekadar Pertandingan, Ada Format Baru
- Legenda Basket Indonesia Saling Sikut Menjelang IBL All Star 2025
- IBL 2025: Poin Melawan Pacific Caesar Dibatalkan, Borneo Hornbils Krisis Kemenangan
- IBL 2025: Hangtuah Jakarta Tunjukkan Harmoni Ambisi dan Rendah Hati