Pertahankan Lifting, SKK Migas Andalkan 9 Proyek

”Proyek ini yang kami harapkan bisa meningkatkan produksi gas,” kata Amien.
Dia mengakui, kegiatan hulu migas telah bergeser ke kawasan timur Indonesia, lepas pantai, daerah yang lebih remote, dan laut yang lebih dalam.
Imbasnya, kegiatan usaha migas kini lebih padat modal dan teknologi serta lebih berisiko.
Menurut mantan komisionaris KPK tersebut, migas tetap berperan dominan dalam bauran energi primer nasional.
Karena itu, dibutuhkan terobosan untuk meningkatkan produksi migas.
Salah satunya melalui kegiatan enhanced oil recovery dan eksplorasi yang masif agar reserve replacement ratio lebih tinggi.
Reformasi kebijakan juga dibutuhkan agar izin bisa lebih sederhana.
”Diperlukan pula teknologi untuk meningkatkan produksi dan menekan biaya investasi,” ungkapnya.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) meyakini produksi minyak siap jual (lifting) menurun hingga 2025.
- SLB OneSubsea Buka Fasilitas Pengembangan Bawah Laut Baru di Balikpapan
- PHE Catatkan Kinerja Positif, Produksi Migas Capai 1,04 Juta Barel Setara Minyak per Hari
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tinjau Operasional PHM, Dorong Produksi Energi Nasional
- Kiprah Kartini Hulu Migas Membangun Ketahanan Energi untuk Negeri
- Begini Visi dan Misi Iksan Dalam Memajukan Industri Migas Lewat IATMI
- Jangan Hanya Omon-omon, Maluku Butuh Roadmap Hilirisasi Berbasis Gas Blok Masela