Pertama Kali Terjadi, Vatikan Buka-Bukaan soal Harta Kekayaan, Ternyata

Pertama Kali Terjadi, Vatikan Buka-Bukaan soal Harta Kekayaan, Ternyata
Paus Franciskus (kiri) memimpin pelaksanaan misa Minggu Palma di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Minggu (5/4/2020). Ibadah tersebut dilakukan tanpa partisipasi jemaat untuk menekan penyebaran COVID-19. ANTARAFOTO/Alberto Pizzoli/Pool via REUTERS/foc.

jpnn.com, VATIKAN - Vatikan untuk pertama kali merilis informasi tentang properti yang dimilikinya, Sabtu (24/7). Dokumen tersebut mengungkap kepemilikan lebih dari 5.000 aset di seluruh dunia.

Informasi ini terbagi dalam dua dokumen, laporan keuangan konsolidasi 2020 Takhta Suci dan anggaran publik pertama Administrasi Warisan Takha Suci (APSA).

APSA, semacam kantor akuntan umum, mengelola properti dan investasi, membayar gaji, dan bertindak sebagai kantor pembelian dan departemen sumberdaya manusia.

Selain dua dokumen itu, yang masing-masing dilengkapi diagram lingkaran, grafik, dan peta, Vatikan juga menerbitkan lebih dari 50 halaman materi finansial.

Anggaran APSA setebal 30 halaman itu menunjukkan bahwa mereka memiliki 4,051 properti di Italia dan 1.120 properti di luar negeri, tidak termasuk kedutaan-kedutaan besar di seluruh dunia.

Hanya sekitar 14 persen properti di Italia disewakan dengan harga pasar, sementara sisanya disewakan dengan harga potongan, kebanyakan kepada karyawan Gereja Katolik Roma.

Sekitar 40 persen properti berupa gedung institusi, seperti sekolah, konvensi, dan rumah sakit.

Dokumentasi menunjukkan bahwa APSA juga memiliki investasi dalam bentuk properti di kawasan kelas atas London, Jenewa, Lausanne dan Paris.

Dokumentasi menunjukkan bahwa Vatikan memiliki investasi dalam bentuk properti di kawasan kelas atas London, Jenewa, Lausanne dan Paris.