Pertamina Selidiki Gelembung Gas yang Muncul di Lepas Pantai Kuala Idi

Pertamina Selidiki Gelembung Gas yang Muncul di Lepas Pantai Kuala Idi
Pertamina mengerahkan kapal untuk membersihkan lapisan tipis minyak di perairan Selat Malaka, tepatnya di lepas pantai Kuala Idi, Aceh Timur. Foto: Antara

jpnn.com, ACEH TIMUR - Pertamina menerjunkan tim penanganan darurat di perairan Selat Malaka, tepatnya di lepas pantai Kuala Idi, Aceh Timur.

Ini setelah laporan nelayan yang menemukan gelembung gas dengan sebaran oil sheen (lapisan tipis minyak) di permukaan laut.

"Sejak mendapati laporan tersebut, tim Penanganan Keadaan Darurat (PKD) Pertamina EP Field Pangkalan Susu langsung melakukan pengecekan ke lokasi," kata Senior Manager Relations Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera, Yudy Nugraha, Kamis (2/9).

Upaya lainnya, Pertamina secara paralel juga berkoordinasi dengan instansi terkait.

Yudi menyampaikan tim PKD telah mengupayakan berbagai penanganan, seperti mengecek lokasi, melakukan pemetaan sebaran lapisan tipis minyak, dan mencari sumber munculnya gelembung gas.

"PEP Pangkalan Susu telah melakukan investigasi dan ditemukan adanya indikasi gelembung gas yang berasal dari sumur H-4 Langsa Offshore yang berlokasi sekitar 30 mil laut dari pantai Kecamatan Kuala Idi, yang dulu dikelola oleh TAC (Technical Assistance Contract) Blue Sky dan telah ditutup sejak November 2017,” beber Yudy.

PEP Pangkalan Susu sampai saat ini telah mengerahkan 13 kapal untuk melakukan pembersihan lapisan tipis minyak dengan menggunakan oil boom atau alat untuk melokalisir sebaran film minyak di air, dan oil skimmer (alat untuk memisahkan minyak di air).

Selain itu juga telah digunakan ROV (Remotely Operated Vehicle) untuk melihat penyebab munculnya gelembung gas di bawah laut.

Pertamina menerjunkan tim penanganan darurat dan 13 kapal ke perairan Selat Malaka, tepatnya di lepas pantai Kuala Idi, Aceh Timur.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News