JPNN.com

Pertemuan Mega-SBY Belum Bisa Jadi Patokan, Konstelasi Politik Bakal Berubah

Minggu, 20 Agustus 2017 – 18:42 WIB Pertemuan Mega-SBY Belum Bisa Jadi Patokan, Konstelasi Politik Bakal Berubah - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pertemuan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri dengan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka pada peringatan HUT RI ke-72, Kamis (17/8) kemarin, belum bisa dijadikan patokan bakal berubahnya konstelasi politik di tanah air menjelang Pemilihan Presiden 2019.

Pasalnya, pertemuan itu sebatas silaturahmi kebangsaan dalam memperingati kemerdekaan Indonesia. Kemungkinan besar tidak membahas masalah politik, apalagi terkait kemungkinan akan berkoalisinya PDI Perjuangan dengan Partai Demokrat.

"Bila indikatornya hanya salaman kemarin menurut saya masih jauh dari langkah yang mengubah konstelasi politik Indonesia," ujar pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio kepada JPNN.com, Minggu (20/8).

Menurut Hendri, perubahan konstelasi politik kemungkinan baru akan terjadi jika dari pertemuan tersebut, dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya. Barulah kemudian bisa dibaca adanya kesepakatan baru antardua pemimpin parpol terbesar di negeri ini.

"Saya kira baru akan menjadi keberhasilan bila ada pertemuan lanjutan yang lebih private antara SBY dengan Mega lagi," ucap Hendri.

Saat ini menurut Hendri, kekuatan politik di tanah air masih terbagi dalam tiga arus utama. Di satu sisi terdapat PDI Perjuangan dengan sejumlah parpol pendukung pemerintah.

Di sisi lain, terdapat Gerindra dan PKS sebagai partai opisisi dan kemudian Demokrat berada di sisi tersendiri yang dikenal sebagai parpol penyeimbang pemerintah.

Posisi ini menjadi strategis karena Demokrat bisa memainkan peran sebagai oposisi maupun pendukung kebijakan pemerintah.(gir/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...