Pesan Dokter Dirga: Kalau Tidak ada Agenda Liburan, Lebih Baik Tetap di Rumah

Pesan Dokter Dirga: Kalau Tidak ada Agenda Liburan, Lebih Baik Tetap di Rumah
Ilustrasi liburan

Kemudian sanksi sosial kepada 885.167 orang, serta melakukan 192 penutupan tempat usaha yang melanggar.

“Sosialisasi dan edukasi terhadap pentingnya menjalankan protokol kesehatan harus dilakukan secara masif. Operasi yustisi sangat efektif untuk mengedukasi dan mencegah penyebaran COVID-19 ini. Fakta di lapangan masih ada masyarakat yang abai. Sehingga kita harapkan masyarakat selalu sadar untuk menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, juga menghindari kerumunan," tutur Brigjen Pol. Awi Setiyono.

”Penularan COVID-19 ini terkait dengan mobilitas. Kalau memang terpaksa untuk melakukan perjalanan ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Sebisa mungkin kita berlibur dengan orang serumah, bukan dengan keluarga jauh apalagi dengan orang asing. Serta mematuhi protokol 3M di manapun kita berada, agar kita aman dan tidak terkena penyakit. Paling ideal memang liburan di rumah saja," kata Dokter Dirga Sakti Rambe, Spesialis Penyakit Dalam.

Dalam kesempatan yang sama dokter Dirga Sakti Rambe juga mengimbau masyarakat agar memilih tempat rekreasi alternatif yang tidak berpotensi menciptakan kerumunan.

Mengutamakan untuk mengunjungi tempat-tempat terbuka juga lebih disarankan daripada tempat tertutup dengan durasi kunjungan yang tidak terlalu lama.

Dokter Dirga menambahkan, pastikan juga agar mendapat istirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan bergizi terutama memperbanyak sayur dan buah, menghentikan kebiasaan merokok, juga menjaga kesehatan mental.

“Seyogyanya kalau tidak ada agenda liburan lebih baik tetap di rumah untuk menekan rantai penyebaran COVID-19. Kalau memang berlibur jauhi kerumunan karena kita tidak bisa memastikan di situ ada COVID-19 atau tidak," tandas Brigjen Pol. Awi Setiyono.(chi/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

Belajar dari pengalaman libur panjang saat akhir Oktober lalu, kondisi Ini menciptakan potensi kerumunan dan penularan COVID-19.


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News