Pesona Gedung Cerutu Warisan Belanda

Pesona Gedung Cerutu Warisan Belanda
MASIH ASLI: Tiang penyangga setinggi 15 meter masih tampak kokoh berdiri menopang atap dengan aksen bergelombang khas Belanda di ruang sisi kiri Gedung Cerutu, Jumat (16/9). Foto Bagus Putra Pamungkas/Radar Surabaya/JPNN.com

Bagaimana tidak, arsitektur khas Belanda masih belum diubah. Pada bagian atas, plafon berbentuk menggelombang.

Pada bagian tengah, terdapat enam tiang penyangga. Tiang itu tampak kokoh. 

Tingginya juga tak main­main, yakni hingga 15 meter. Itu menunjukkan jika bangunan tersebut merupakan tempat yang awalnya akan digunakan para bangsawan.

Jarang Belanda memberi tiang pada bagian interior. “Kebanyakan, gaya arsitektur mereka menempatkan tiang pada bagian luar. Terutama pintu masuk,” ujar ketua Surabaya Heritage, Freddy H Istanto, Jumat (16/9).

Jika diluar cat warna putih mendominasi, beda dengan bagian interior. Cat emas lebih dominan. 

Meski sudah meninggalkan aslinya, namun tembok sangatlah tampak terjaga.

Bangunan ini memiliki tiga sisi, yakni sisi kanan, kiri dan tengah. Pada sisi kanan dan kiri, lebih terlihat seperti lorong. 

Bentuknya juga oval. Dimana dua lorong pada sisi kanan dan kiri itu melingkar dan berpusat pada bagian di sisi tengah.

Tak semua bangunan tua terbengkalai. Gedung cerutu menjadi salah satu contohnya.  Interior bangunan berusia 100 tahun itu masih terawat dengan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News