Petahana Menangi Pemilu Terkotor dalam Sejarah Bangladesh

Petahana Menangi Pemilu Terkotor dalam Sejarah Bangladesh
Presiden Joko Widodo saat pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina di Kantor Perdana Menteri Bangladesh, Dhaka, Minggu (28/1). Foto: Setpres RI

jpnn.com, DHAKA - Sheikh Hasina Wazed mencetak rekor baru. Perempuan 71 tahun yang sudah sembilan tahun duduk di kursi perdana menteri (PM) itu melanjutkan dominasinya atas Bangladesh.

Hasil pemilu legislatif Minggu (30/12) berpihak kepadanya. Awami League, partai yang dia ketuai, menguasai 287 di antara total 298 kursi yang diperebutkan.

"Kita sudah melewati begitu banyak pemilu buruk. Tapi, tidak ada yang lebih buruk dari pemilu kali ini," ujar Kamal Hossain, ketua Gano Forum, partai yang masuk aliansi oposisi National Unity Front (NUF), kepada Reuters. Kemarin, Senin (31/12) NUF langsung melayangkan protes ke komisi pemilihan umum.

Koalisi oposisi yang dimotori Bangladesh Nationalist Party (BNP) itu menuntut pemilu ulang. Tapi, tidak dengan sistem yang kini berlaku.

Sejak awal, kemenangan Awami League memang sudah diramalkan. Posisi Hasina sebagai PM yang tak tergantikan juga sudah bisa ditebak.

Sembilan tahun berturut-turut menjadi kepala pemerintahan membuat popularitas Hasina di Bangladesh tak tersaingi. Apalagi, dia juga pernah menjadi PM Bangladesh pada periode 1996-2001.

Oposisi melaporkan kecurangan-kecurangan yang mereka jumpai di lapangan terkait pemilu. Selain aksi kekerasan yang mengakibatkan sedikitnya 17 orang terbunuh di hari pencoblosan, ada laporan soal intimidasi.

Kabarnya, sejumlah petugas di tempat pemungutan suara (TPS) berusaha memaksa warga memberikan suara mereka pada partai tertentu.

Sheikh Hasina Wazed mencetak rekor baru. Perempuan 71 tahun yang sudah sembilan tahun duduk di kursi perdana menteri (PM) itu kembali menang pemilu Bangladesh

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News