Minggu, 24 Juni 2018 – 15:59 WIB

Petani di Serang Selamat dari Gagal Panen

Senin, 08 Januari 2018 – 16:33 WIB
Petani di Serang Selamat dari Gagal Panen - JPNN.COM

jpnn.com, SERANG - Ancaman gagal panen yang bakal melanda Kabupaten Serang, Provinsi Banten, tidak terbukti.

Kini, setiap hari sejak Desember 2017, para petani di Serang, terus panen raya. Sebut saja Tarmin, petani di Kecamatan Cikeusal, Serang yang tengah bersukacita panen raya.

"Saya selamat dari ancaman wereng yang ditakutkan. Saya baru panen dari sawah 10 ha dengan hasil 4-6 ton per ha," katanya riang pada Senin (8/1).

Menurut Kepala BPP Cikeusal Sutisna, Kecamatan Cikeusal memiliki sawah seluas 2097 ha. Saat ini sedang panen serempak seluas 157 ha yang tersebar di Desa Gandayasa, Panosogan, dan Harundang.

Penyuluh pertanian lapangan (PPL) Eka Novianti menambahkan varietas padi yang ditanam di Cikeusal umumnya Mekongga dan Ciherang. Petani menyukai kedua varietas tersebut karena rasanya enak dan harganya baik.

Menurut Sutisna, panen padi juga bukan hanya dari sawah irigasi, tetapi juga dari sawah tadah hujan atau lahan kering (padi huma). Untuk lahan kering petani memilih varietas Situ Bagendit karena tahan kekeringan. "Gabahnya agak sulit lepas saat digebot, tapi petani sudah bisa atasi," katanya.

Tarmin yang juga anggota poktan Cahaya Mulya mengatakan, kunci sukses panen di tengah ancaman gagal panen akibat wereng adalah kesigapan pemerintah pusat melalui Upsus yang melibatkan Distan hingga TNI. "Program ini memangkas birokrasi berbelit sehingga segala keluhan mudah disampaikan," kata Tarmin.

Berkat kesigapan itu, menurut Eka Novianti, serangan hama wereng di Cikeusal hanya sedikit dan spot spot saja. Produktivitas padi di Kecamatan Cikeusal berkisar antara 4-6 t/ha gkg dengan indeks pertanaman sekitar 200. Petani menjual dengan harga bagus yaitu Rp 5000/kg GKP.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar