Petrus Soroti Manuver Tim Prabowo Kumpulkan Aktivis '98 dan Korban Penculikan

Petrus Soroti Manuver Tim Prabowo Kumpulkan Aktivis '98 dan Korban Penculikan
Arsip - Ilustrasi tuntutan kepada pemerintah untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/foc.

Selama kasus-kasus tersebut tidak diselesaikan secara tuntas, termasuk membawa dan mengadili terduga pelaku dalam peradilan HAM, katanya, maka selama itu pula desakan dan tuntutan penyelesaiannya terus disuarakan dan tidak akan pernah surut.

Petrus juga mengatakan adanya pernyataan bahwa isu penculikan dan penghilangan paksa sebagai isu '5 tahunan' secara nyata merupakan pelecehan terhadap perjuangan korban dan keluarga korban yang telah berjuang selama puluhan tahun demi mendapat keadilan atas peristiwa yang dialaminya.

"Khusus dalam kasus Penculikan dan Penghilangan Orang Secara Paksa 1997/1998, sejumlah dokumen khususnya laporan hasil penyelidikan Komnas HAM sejatinya sudah lebih dari cukup untuk meminta pertanggungjawaban Prabowo Subianto di ruang pengadilan HAM," tuturnya.

Menurut Petrus, hasil penyelidikan Komnas HAM telah menetapkan kasus penculikan dan penghilangan orang secara paksa 1997/1998 sebagai peristiwa pelanggaran berat HAM masa lalu.

Sebelumnya juga, dalam Surat Keputusan Dewan Kehormatan Perwira (Keputusan DKP) No: KEP/03/VIII/1998/DKP tentang rekomendasi pemberhentian Prabowo Subianto sebagai Letnan Jenderal TNI dinas, karena terbukti memerintahkan melakukan penangkapan dan penculikan terhadap beberapa aktivis pada 1997-1998.

Kemudian, Pansus Orang Hilang di DPR pada tahun 2009 juga telah mengeluarkan empat rekomendasi kepada Pemerintah, yang salah satunya adalah membentuk pengadilan HAM (ad-hoc) kasus penculikan dan penghilangan paksa 1997/1998.

"Hal itu seharusnya ditindaklanjuti, termasuk hari ini oleh Presiden Joko Widodo. Tidak ada ruang yang lebih tepat bagi Prabowo Subianto untuk mengklarifikasi dugaan keterlibatannya dalam kasus penculikan dan penghilangan paksa yang diarahkan kepadanya selain ruang pengadilan," ujar Petrus.

Petrus juga menyinggung pernyataan aktivis 1998 Budiman Sudjatmiko dalam sebuah wawancara yang menyatakan bahwa Prabowo mengakui tindakan penculikan dan mereka yang diculik telah dikembalikan.

Petrus Haryanto menyoroti langkah tim Prabowo Subianto mengumpulkan aktivis '98 dan korban penculikan menjelang Debat Capres.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News