Pia Akbar Nasution, Penerus Jejak Adnan Buyung Nasution

Minta Bayaran Tinggi saat Dibajak sang Ayah

Pia Akbar Nasution, Penerus Jejak Adnan Buyung Nasution
Pia Akbar Nasution. Foto : Agung Putu Iskandar/Jawa Pos
   

Figur ayah saat dirinya masih belia terekam jelas di benak Pia. Buyung, terang Pia, adalah ayah yang sangat sibuk. Buyung hampir tidak punya waktu di rumah. Sampai-sampai, sang ayah tidak tahu di mana anak-anaknya bersekolah. Pernah, saat masih SD, Pia berjalan pulang dari sekolahnya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Buyung yang lewat dengan menumpang mobil langsung berhenti.

   

"Pia, kamu kenapa main-main di sini?" ucap Pia, menirukan Buyung kala itu. Pia menjawab balik. "Lho, Yah, ini kan sekolah Pia. Pia habis sekolah, mau pulang," katanya. Buyung lantas menutup jendela dan mobil kembali berjalan.

   

Karena itu, Pia tak ingin kejadian-kejadian seperti itu menimpa anak-anaknya. Sesibuk apa pun di tempat kerja, dia harus selalu mengontak anak-anaknya. Baik melalui ponsel, internet, maupun pertemuan-pertemuan singkat.

   

Apalagi saat sidang kasus Gayus sedang ramai-ramainya, Pia tetap intensif memperhatikan dua buah hatinya. Pia pernah diprotes salah seorang anaknya gara-gara terlalu sibuk. "Mama, kantornya nggak pernah libur, ya" Kok hari libur, tapi masih kerja" ucap Pia, menirukan komplain anaknya ketika dirinya masih sibuk bekerja pada musim liburan sekolah. "Saya kaget banget saat dia ngomong gitu. Mending gue mati deh daripada dengar anak bilang begitu," kata dia. (*/c11/iro)

Setiap kali sidang Gayus Halomoan Tambunan digelar, seorang perempuan selalu duduk di antara para pengacara. Kadang dia duduk di samping advokat


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News