Pikachiu Demokrasi

Oleh: Dahlan Iskan

Pikachiu Demokrasi
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

Sampai akhirnya John Lee sebagai pemenang. Menang dari Carrie Lam –dalam memperoleh restu Beijing. Lalu terpilih sebagai pemimpin Hong Kong dengan suara mutlak.

Di Hong Kong pemilihannya tidak langsung. Rakyat ''hanya'' diwakili oleh Komite Pemilu. Anggota Komite itu 1.500 orang. Mereka terdiri dari anggota parlemen, wakil pemerintah pusat dan yang terbanyak adalah utusan golongan masyarakat.

Ada puluhan golongan di Hong Kong. Semua harus terwakili dalam komite. Misalnya ada golongan akuntan, golongan pengacara, golongan industri, golongan keuangan dan perbankan, golongan asuransi, guru, dokter, perawat, rumah makan, buruh, dan banyak lagi.

Masing-masing golongan memilih sendiri siapa wakil mereka untuk duduk di komite.

Hong Kong tidak mau pemilu langsung. Sejak dulu. Kelemahan pemilu langsung adalah: bobot suara seorang pengangguran sama dengan bobot seorang direktur utama bank. Suara yang tidak lulus SD sama dengan seorang profesor doktor.

Dengan menang 98 persen berarti John Lee, diterima oleh semua golongan pemilih.

Mereka memang ingin Hong Kong stabil. Terutama setelah dua tahun full demo dan dua tahun full virus.

Sebagai pusat keuangan dunia Hongkong harus tenang. Ekonomi tidak akan tumbuh kalau politik dan keamanan tidak stabil.

Ia digambarkan sebagai boneka kucing dalam serial kartun Pokemon. Artinya: John Lee tidak lebih dari boneka lucu-lucuan Tiongkok.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News