Pilihan Boleh Beda, Kerukunan Harus Dijaga, Pilkada Sejatinya Damai

Oleh: Lexie Kalesaran

Pilihan Boleh Beda, Kerukunan Harus Dijaga, Pilkada Sejatinya Damai
Pemerhati Sosial Kemasyarakatan, Lexie Kalesaran. Foto: Dokpri for JPNN.com

Pillkada aman, rukun dan damai sangat diharap terjadi di momen pilkada. Persaudaraan dan perkawanan adalah keseharian. Olehnya, sangat riskan dan sangat tidak diharap hanya karena beda pilihan paslon, persaudaraan atau perkawanan jadi terganggu, apalagi sampai menimbulkan bentrokan/konflik.

Kerukunan, persaudaraan dan perkawanan tak terbilang harganya. Maka hendaknya dijaga dan dirawat.

Sejatinya, pilkada berjalan dengan aman, nyaman dan damai. Berbeda pilihan tak harus berujung pertikaian, bentrok, konflik berkepanjangan.

Kedewasaan berpolitik (praktis) seyogianya ditunjukkan saat pilkada. Dan, hendaknya diturun-temurunkan kepada generasi-generasi selanjutnya.

Orang Minahasa, dulu, ketika pemilihan hukum tua, akur-akur saja saat sebelum pemilihan hingga sesudah pemilihan dan terpilihnya hukum tua. Padahal, saat itu ada beda-beda pilihan.

Mudahkan aparat keamanan yang bertugas (pagi, siang dan malam) tanpa mengenal lelah dan tanpa mengeluh untuk mengamankan pilkada agar bisa berjalan dengan aman, nyaman, rukun dan damai.

Sukseskan pilkada, datangi TPS untuk memilih sesuai pilihan hati nurani. Jaga kerukunan, persaudaraan dan perkawanan, serta hindari bentrok/konflik hanya karena beda pilihan.

Pilkada sejatinya menjadi pesta yang menggembirakan. Ada tegur-sapa, ada canda-gurau, ada ketulusan/keiklasan, ada kebersamaan dan ada banyak hal-hal positif lainnya sebagaimana layaknya sebuah pesta.(***)

Pilkada sejatinya menjadi pesta yang menggembirakan. Ada tegur-sapa, ada canda-gurau. Ada ketulusan, ada kebersamaan dan ada banyak hal positif lainnya.


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News