JPNN.com

Pimpinan MPR Dapat Jamuan Nasi Goreng dan Lontong Sayur di Rumah Pak JK

Kamis, 17 Oktober 2019 – 15:16 WIB Pimpinan MPR Dapat Jamuan Nasi Goreng dan Lontong Sayur di Rumah Pak JK - JPNN.com
Pimpinan MPR dan Wapres JK. Foto: Humas MPR

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama para Wakil Ketua MPR bersilaturahmi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pertemuan digelar di rumah dinas Pak JK, di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/10) pagi.

Selain mengantarkan undangan pelantikan Presiden - Wakil Presiden 2019-2024, Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin, secara khusus pimpinan MPR juga menyampaikan terima kasih atas berbagai jasa pengabdian JK selama mendampingi Jokowi periode 2014-2019. Juga sebagai pendamping Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono pada periode 2004 - 2009.

Dalam kesempatan itu, Bambang mengatakan bahwa JK menyatakan akan hadir di pelantikan untuk menyaksikan Kiai Ma'ruf yang menggantikan dirinya sebagai wapres  melanjutkan tongkat estafet mendampingi Jokowi selama 2019-2024. 

"Sambil dijamu Pak JK sarapan dengan menu nasi goreng, lontong sayur, hingga ayam goreng, kami juga ngobrol santai membahas berbagai agenda kerja MPR RI lima tahun ke depan khususnya terkait rekomendasi MPR RI 2014-2019 untuk mengamendemen terbatas UUD NRI 1945," kata Bambang di depan kediaman wapres usai bertemu Pak JK.

Dia menambahkan, sebagai tokoh bangsa yang diberikan kepercayaan oleh rakyat untuk dua kali menjadi wapres, pemikiran JK sangat dibutuhkan dalam menyempurnakan UUD NRI 1945.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menyampaikan dalam diskusi dengan JK, pimpinan juga menegaskan tidak akan mengembalikan kewenangan MPR sebagai lembaga tertinggi negara yang memilih presiden - wapres.

Bamsoet menegaskan pemilihan presiden - wapres tetap akan dilakukan secara langsung oleh masyarakat Indonesia, sehingga daulat kekuasaan merupakan penjelmaan dari daulat rakyat.

Menurutnya, terlepas dari berbagai kekurangan maupun dampak yang dihasilkan dalam penyelenggaraan pemilu, sistem pemilihan langsung pemilihan presiden - wakil presiden oleh rakyat tak boleh diganggu gugat. "Karena dengan pemilihan langsunglah hubungan emosional dan kebatinan antara presiden - wakil presiden dengan rakyat menjadi kuat," tegas Bamsoet.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...