Resensi Buku

Pimpinan Tentara Monggol yang Menyerbu Jawa Berhutang Nyawa pada Marco Polo

Pimpinan Tentara Monggol yang Menyerbu Jawa Berhutang Nyawa pada Marco Polo
Buku catatan harian Marco Polo yang ditutur ulang Diah Ansorie. Foto: Wenri Wanhar/JPNN.

Dengan tongkat pemimpin Tartar di tangan, aku menemui algojo. Tukar menukar pun terjadi. Tongkat kuberikan pada algojo. Sebagai gantinya aku mendapatkan Petroyin.

Petroyin hendak mencium kakiku. Segera kucegah. “Kau menjadi sahabatku kini, Petroyin,” kataku. Dia menetaskan air mata. Petroyin seolah tak percaya apa yang baru saja dialaminya.

Selanjutnya Petroyin kami panggil Piter, karena lidah kami sulit menyebut nama aslinya. Dia ikut mengembara bersama rombongan kami.

Nah...

Piter inilah yang menurut cerita Marco Polo, kemudian hari menjadi satu di antara pimpinan ribuan pasukan Monggol ketika berangkat dari Pelabuhan Zaitun (Amoy) menyerang Singosari, Jawa pada 1292.

Ikuti terus serial berikutnya…–bersambung (wow/jpnn)   


Berita Selanjutnya:
Pram dan PRD

MARCO POLO petualang legendaris Abad Pertengahan. Ia berada di tengah ribuan tentara Monggol yang hendak menyerbu Jawa. Satu di antara pimpinan pasukan


Redaktur & Reporter : Wenri

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News