PKL di Jalan Raya Cileungsi Diperas Oknum Preman

PKL di Jalan Raya Cileungsi Diperas Oknum Preman
PKL di Cileungsi harus menyetor uang Rp 5.000 kepada preman. Foto: Radar Bogor

jpnn.com, BOGOR - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berniat mencari nafkah di pinggiran Jalan Raya Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, belakangan mengeluh.

Sebagian dari mereka mengeluh lantaran hasil pendapatan perharinya tidak lagi milik mereka. Aksi pemerasan yang dilakukan oknum preman berdalih uang keamanan menjadi faktor penyebabnya.

Salah seorang pedagang, R (56), mengaku setiap hari harus memberikan uang Rp 5.000 kepada preman yang berdatangan menagih. “Iya per hari itu Rp 5.000. Katanya buat uang keamanan,” ujar R kepada Radar Bogor.

R mengaku, selain dirinya, para pedagang lain juga mengeluh, sebab oknum preman tersebut terus-menerus meminta uang.

BACA JUGA: Petugas Mulai Mendata PKL Pasar Cikarang

Dia berharap agar pemerintah dapat segera bertindak tegas terhadap persoalan kesejahteraan yang saat ini menjadi terkikis. Khususnya, kata dia, bagi pada PKL yang berjuang mencari nafkah untuk hidup. “Harus ada kontrol sosial dari pemerintah menanggapi hal ini,” harapnya.

Pedagang lainnya, J (28) mengatakan, selain Rp 5.000, ada juga oknum yang melakukan proses jual beli lapak bagi mereka yang ingin berdagang di sana. “Jual beli lapak jadinya. Kami yang cari makan, mereka yang ambil,” ungkapnya.

Menurutnya, banyak lahan ini dijual seharga Rp 3 juta per lapaknya. Ini sangat memberatkan para calon padagang yang mencari rezeki. “Dari pemerintah Kecamatan Cileungsi juga belum ada tindakan,” bebernya.

Para PKL di Jalan Raya Cileungsi harus memberikan uang Rp 5.000 kepada preman yang berdatangan menagih dengan dalih sebagai uang keamanan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News