Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

PKS: Narkoba Ancam Bonus Demografi NKRI

 PKS: Narkoba Ancam Bonus Demografi NKRI
Anggota Fraksi PKS MPR RI Sutriyono saat Sosialisasi Empat Pilar di daerah pemilihannya, Pati, Jawa Tengah, Selasa (11/9/2018) malam. Foto: Humas FPKS MPR RI

jpnn.com, PATI - Indonesia sedang mengalami bonus demografi saat ini. Namun kualitas bonus demografi tersebut dinilai sedang terancam oleh narkoba.

Anggota Fraksi PKS MPR RI Sutriyono mengatakan praktik kejahatan narkoba saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Sebab narkoba mengancam struktur sosial masyarakat Indonesia yang saat ini mengalami limpahan penduduk usia produktif sangat besar.

“Indonesia sekarang ini sedang bonus demografis. Tinggal kualitasnya sedang mengalami tantangan, terbesar dari narkoba. Sebab penyebaran narkoba sudah luas sampai ke rumah dan sekolah,” ujar Sutriyono dalam Sosialisasi Empat Pilar di daerah pemilihannya, Pati, Jawa Tengah, Selasa (11/9/2018) malam.

Sosialisasi Empat Pilar merupakan program MPR RI untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, pengedaran narkoba yang melibatkan jaringan internasional bertujuan untuk menghancurkan generasi muda Indonesia. Limpahan penduduk usia produktif yang besar berpotensi menjadikan Indonesia menjadi negara maju.

Pengungkapan sejumlah kasus besar narkoba oleh Polri, lanjut dia, menunjukkan tingkat pengedaran narkoba di Tanah Air sudah sangat mengkhawatirkan. Modus penyelundupan narkoba oleh jaringan internasional menggunakan berbagai medium dan alat.

“Peredaran narkoba ini harus menjadi agenda bersama. Perlawanan terhadap narkoba yang nyata-nyata dan merajalela menghancurkan generasi muda bangsa harus dilawan," imbuhnya.

Dia meyakini, NKRI tetap akan kokoh menghadapi ancaman militer dari negara lain. Namun NKRI akan runtuh jika generasi mudanya sudah terjangkiti penyakit sosial salah satunya dari narkoba.

Indonesia sedang mengalami bonus demografi saat ini. Namun kualitas bonus demografi tersebut dinilai sedang terancam oleh narkoba.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News