Polda Sumsel Sudah ke Bank untuk Pemindahbukuan Uang Rp2 T, Ternyata Masih Banyak Misteri

Polda Sumsel Sudah ke Bank untuk Pemindahbukuan Uang Rp2 T, Ternyata Masih Banyak Misteri
Suasana di depan rumah Heryanty, anak perempuan almarhum Akidi Tio. Foto: ANTARA/Muhammad Riezko Bima Elko

jpnn.com, SUMSEL - Polda Sumatera Selatan telah menerima bilyet giro Bank Mandiri dari putri almarhum Akidi Tio bernama Heryanty, yang bertuliskan nominal uang Rp2 triliun.

Setelah menerima bilyet giro tersebut, pihak Polda Sumsel datang ke Bank Mandiri setempat untuk proses pemindahbukuan uang Rp2 triliun yang didonasikan oleh keluarga almarhum Akidi Tio untuk dana penanganan pandemi COVID-19 di Sumsel.

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengatakan, uang senilai Rp2 triliun tersebut hendak dipindahbukukan ke rekening Bank Mandiri atas nama Kepala Bidang Keuangan (Kabidkeu) Polda Sumsel.

"Rekening bilyet giro tersebut diberikan oleh Heryanty, anak almarhum Akidi Tio disalurkan kepada Polisi Daerah Sumatera Selatan atas nama Kabidkeu dalam bilyet giro itu," kata dia di Palembang, Selasa (3/8).

Namun, saat petugas hendak melakukan pemindahbukuan dana tersebut pada Selasa pagi, didapati uang di rekening Heryanty ternyata kurang dari Rp2 triliun.

"Bilyet giro yang diberikan saudara Heryanti itu tidak cukup menurut pihak Bank Mandiri induk Sumatera Selatan," kata Kombes Supriyadi.

Karena itu, supaya bisa melakukan pemeriksaan lebih mendalam, pihaknya mengirimkan surat kepada otoritas bank. Antara lain untuk mengetahui siapa pemilik rekening yang tercantum di bilyet giro tersebut.

"Kami belum bisa pastikan rekening siapa yang disertakan dalam bilyet giro itu, sebab bank sangat menjaga kerahasiaan nasabahnya," ujarnya.

Polda Sumsel sudah menerima bilyet giro Bank Mandiri dari putri almarhum Akidi Tio, Heryanty.