Polisi Buru WNA Asal Nigeria Terkait Dugaan Penganiayaan

Polisi Buru WNA Asal Nigeria Terkait Dugaan Penganiayaan
Kapolsek Kuta Utara AKP Putu Diah Kurniawandari. Foto: Antara/Ayu Khania Pranisitha/2021

"Masih kami dalami saat ini, kalau ada perbedaan keterangan ya belum bisa disebutkan banyak, karena baru dari satu pihak saja (korban). Diduga penganiayaan karena korban ada luka di wajah. Namun, penyebab dan siapa yang melakukan itu akan digali," katanya.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk mengatakan kalau nama dari terduga pelaku tidak tercantum dalam sistem data keimigrasian.

Hingga saat ini, kata Kakanwil, masih dilakukan pencarian bersama dengan pihak kepolisian, terkait keberadaan terduga pelaku.

"Setelah dicari sesuai nama tersebut bahwa tidak tercantum nama tersebut di sistem data keimigrasian, dan dari pihak imigrasi tetap berupaya untuk mencari WNA itu tentunya dengan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Pihak imigrasi sudah menghubungi pelapor yang ada atau tercantum di medsos itu tapi belum ada respon," jelasnya.

Sebelumnya telah viral beredar di media sosial status Instagram yang menyatakan pencarian terhadap terlapor atas kasus penganiayaan terhadap seorang WNI yang juga diduga kekasihnya.

Dalam status itu menyebutkan kalau terlapor tersebut setelah melakukan penganiayaan, telah membawa pergi sejumlah uang dan beberapa barang milik korban.

Selain itu juga menyebutkan bahwa terlapor (HCY) diduga merupakan pendatang gelap. (antara/jpnn)

Pelaku penganiayaan diduga warga negara asing (WNA) asal Nigeria berinisial HCY.


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News