JPNN.com

Polisi Inggris Khawatir Anak Muda Terpapar Radikalisme selama Masa Lockdown Corona

Kamis, 14 Mei 2020 – 21:59 WIB
Polisi Inggris Khawatir Anak Muda Terpapar Radikalisme selama Masa Lockdown Corona - JPNN.com
Polisi Inggris menembak mati pria bersenjata tajam yang menikam dan melukai sedikitnya lima warga di Jembatan London. Foto: ANTARA FOTO/REUTERS/Peter Nicholls/foc.

jpnn.com, LONDON - Kepolisian antiterorisme di Inggris pada Rabu (13/5) memperingatkan bahwa anak-anak muda berisiko terpapar radikalisme selama penerapan karantina wilayah (lockdown) akibat pandemi virus corona.

Para petugas dari Counter Terrorism Policing, kolaborasi kepolisian Inggris yang bertujuan mencegah aktivitas terorisme, khawatir kebijakan isolasi dapat meningkatkan risiko radikalisasi terhadap orang-orang yang rentan di saat pandemi membuat mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk menjelajahi internet dan membatasi akses terhadap layanan bantuan.

Dengan ditutupnya sekolah dan lembaga pendidikan tinggi, anak-anak muda menjadi salah satu kelompok masyarakat yang kehilangan bagian signifikan dari jaringan pendukung mereka selama pandemi. Sebagian dari mereka bisa saja mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan aturan pembatasan yang diberlakukan dan kondisi terpisah dari teman-teman mereka, sebut laporan resmi tersebut.

Laporan itu juga mengatakan bahwa ditambah dengan ketidakpastian akibat pandemi, anak-anak muda ini berpotensi menjadi semakin rentan terhadap pengaruh negatif dan eksploitasi saat mereka mencari informasi tentang kekhawatiran mereka di dunia maya, atau mencari kegiatan dan berinteraksi dengan orang lain.

Detektif Inspektur Matthew Davison, Koordinator Pencegahan Regional di Counter Terrorism Policing North East, mengatakan, "Ini masa yang penuh ketidakpastian bagi kita semua, dan ketika virus itu mengurangi interaksi kita dengan dunia luar, tidak mengejutkan jika kita beralih ke dunia maya untuk mencari informasi tentang kekhawatiran kita dan terhubung dengan orang lain."

"Kami tahu kelompok-kelompok ekstremis dengan beragam ideologi juga aktif di platform yang sama dan berupaya memanfaatkan ketidakpastian akibat pandemi ini untuk menyebarkan hoaks, ketakutan, dan kebencian," imbuh Davison.

Dia mendesak siapa pun yang mencemaskan seseorang yang dikenalnya untuk mengunjungi situs web "Let's Talk About It" guna memperoleh lebih banyak informasi, atau mengungkapkan kekhawatiran mereka kepada polisi.

"Penting bagi kita untuk bertindak cepat guna mencegah orang-orang terlibat terlalu jauh dalam ekstremisme kekerasan atau terorisme," imbuhnya. (Xinhua/ant/dil/jpnn)

Sumber Xinhua

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
adil