Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Perilaku Pembunuh Siswi SMA Astrid Aprilia, Astaga!

Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Perilaku Pembunuh Siswi SMA Astrid Aprilia, Astaga!
Tersangka pelaku YA, 32, sopir Angkot yang diduga pelaku pembunuhan pelajar di Rejang Lebong. Foto Antarabengkulu.com

jpnn.com, REJANG LEBONG - Jajaran Polres Rejang Lebong mengungkap sebuah fakta mengejutkan terkait kasus pembunuhan Astrid Aprilia, 15, pelajar SMA Negeri 2 Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu yang dinyatakan hilang pada 8 November 2019 lalu. Polisi menyebut bahwa pelaku berinisial YA, 32, diduga memiliki perilaku seks menyimpang.

Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong AKP Andi Kadesma mengatakan tersangka YA, 32, warga Kelurahan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur, kerap melakukan panggilan telepon melalui video call dengan menampakan alat kelaminnya.

"Tersangka pelaku ini sering melakukan video call dengan nomor-nomor cewek yang didapatkan dari grup sekolah yang ada di HP korban dengan memperlihatkan alat kemaluannya," ujar dia.

Orientasi seks menyimpang tersangka ini tambah dia, diketahui petugas setelah melakukan penyelidikan polisi terhadap HP milik Astrid yang selama ini digunakan tersangka untuk melakukan video call melalui aplikasi whatsapp kepada sejumlah teman-teman korban sehingga meresahkan warga Kota Curup beberapa waktu lalu.

"Sebelumnya di media sosial facebook banyak warga yang mengaku diteror video call oleh nomor baru, saat video call tersebut diterima ternyata yang melakukan panggilan menunjukan kemaluannya," tambah dia.

Sebagai bukti bahwa tersangka ini melakukan video call sembari memperlihatkan alat kelaminnya ini diketahui adanya tangkapan layar yang tersimpan di HP milik korban yang dikuasai pelaku, yang kemudian dijadikan tersangka sebagai bahan untuk memeras korbannya.

Selain menemukan HP milik korban yang ditangan tersangka YA, kata dia, saat pihaknya melakukan penggeledahan di mobil Angkot berwarna biru pelat BD 1020 GL milik tersangka yang selama ini kerap ditumpangi korban sejak masih duduk dibangku SMP itu juga ditemukan sembilan potong celana dalam wanita.
"Celana wanita itu disimpan di dalam speaker dibawah jok Angkot miliknya. Saat ini kita masih selidiki milik siapa, karena kami konfirmasi ke nenek korban jika semua celana Astrid ditandai dengan jahitan nama korban," urainya.

Sementara itu, Hendri salah seorang paman korban saat ditemui di rumah Nurhayati (65) yang merupakan nenek korban yang berada di Gang Palm RT 08, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Curu Timur mengaku jika pihak keluarga korban juga mendapat teror telepon dengan menggunakan nomor HP korban.

Jajaran Polres Rejang Lebong mengungkap sebuah fakta mengejutkan terkait kasus pembunuhan Astrid Aprilia, 15, pelajar SMA Negeri 2 Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu yang dinyatakan hilang pada 8 November 2019 lalu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News