Prabowo - Sandi Mengeksploitasi Kultur Pemaaf Rakyat?

Prabowo - Sandi Mengeksploitasi Kultur Pemaaf Rakyat?
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - Ma'ruf Amin (TKN Jokowi - Ma'ruf) Hasto Kristiyanto menilai Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memanfaatkan budaya memaafkan masyarakat Indonesia.

Alasannya, pasangan calon presiden nomor urut dua itu berulang kali melakukan kesalahan fatal, lalu meminta maaf ke publik.

"Apa yang terjadi dengan permintaan maaf yang dilakukan berulang kali oleh Pak Prabowo dan Pak Sandi sebaiknya, jangan terjadi lagi dengan memanfaatkan karakter dan kultur rakyat Indonesia yang pemaaf," kata Hasto di Rumah Pemenangan Jokowi - Ma'ruf, Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Kamis (14/11).

Hasto menjelaskan, paslon yang diusung oleh Gerindra, PKS dan PAN itu harus belajar dari kesalahan. Dia mengharapkan kedua orang itu menjadikan momen ini agar beralih ke dalam adu gagasan dan program.

"Kami Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf tetap dalam posisi politiknya membuat kampanye ini disertai dengan upaya membangun peradaban Indonesia, masa depan yang lebih baik. Dengan demikian, apa yang disampaikan Pak Jokowi yang telah mencanangkan sebuah hijrah, jadi hal-hal yang kurang baik menjadi kebaikan," Hasto.

Pemimpin, kata Hasto, harusnya memiliki bakat melayani, visioner dan tidak grusa-grusu. Dalam budaya Jawa, lanjut sekjen PDI Perjuangan ini, pemimpin harus hati-hati dalam menyampaikan sikapnya karena itu akan menjadi panutan bagi seluruh masyarakatnya.

"Maka proses hijrah yang telah dicanangkan Jokowi - Ma'ruf itu jadi pedoman kami," kata Hasto. (tan/jpnn)


Hasto Kristiyanto menilai Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memanfaatkan budaya memaafkan masyarakat Indonesia.


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News