Prajurit Dua Yanuar yang Tewas di Ujung Belati Geng Motor

Prajurit Dua Yanuar yang Tewas di Ujung Belati Geng Motor
Barang bukti belati jenis kerambit yang dipakai pelaku menikam korban Yanuar Setiawan. Foto Istimewa/Jawa Pos Radar Bali/JPNN.com

“Bro, hati-hati di belakang ada motor nanti kalau ketabrak kami yang disalahkan,” tegur korban, sebagaimana ditirukan Kapolsek Latra. Tak terima dengan teguran, ini sempat terjadi cekcok mulut antara kedua pelaku dan rombongan korban. Bahkan, rombongan korban dicaci maki dengan kata-kata kasar oleh gerombolan pelaku.

Kemudian pelaku meninggalkan korban bersama saksi melanjutkan perjalanan ke Nusa Dua. Sekitar pukul 04.30, setiba di pertigaan lampu merah Taman Griya Jimbaran, belasan orang menghadang korban dan saksi-saksi dengan cara mengejar menggunakan sepeda motor dan menyerempet lalu menghadang.

Tanpa banyak basa-basi mereka turun dari motor langsung mengeroyok korban dan saksi-saksi.

“Motif sebenarnya hanya salah paham di jalan. Akhirnya terjadilah perkelahian besar-besaran yang berujung penusukan itu,” sebut mantan Kapolsek Tampaksiring, Bangli.

Setelah melakukan penganiayaan, para pemuda yang merupakan kelompok geng motor ini langsung melarikan diri.

Yanuar Setiawan mengalami luka tusuk pada bagian dada sebelah kanan dan luka pada telinga bagian kanan. Muhammad Johari mengalami patah tulang pada bagian rahang bawah.

“Tegar dan Isra membawa korban Yanuar ke RS Surya Husada guna mendapatkan pertolongan,” sebutnya.

Namun, Yanuar Setiawan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit lantaran luka yang dialami sangat serius.

Prajurit Dua Yanuar Setiawan tewas bersimbah darah, Minggu (9/7). Salah seorang anggota TNI itu menghembuskan napas terakhirnya setelah menjadi korban

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News