Pramuka: Prajurit Muda Ketahanan Pangan

Oleh: Fransiscus Go, Pemerhati Pendidikan dan Ketenagakerjaan

Pramuka: Prajurit Muda Ketahanan Pangan
Fransiscus Go, Pemerhati Pendidikan dan Ketenagakerjaan. Foto: dok.pribadi

Dengan demikian, Babinsa bisa membantu PPL (penyuluh pertanian lapangan) untuk mengembangkan lahan pertanian. Babinsa juga terlibat aktif dalam mengawasi distribusi pupuk, pembuatan sawah baru, dan mengawasi penjualan hasil pertanian.

Dukungan Stakeholder

Presiden Jokowi menggagas program food estate dengan melibatkan beberapa kementerian terkait. Kementerian Pertanian, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian PUPR saling bersinergi untuk menjalankan program food estate. Kementerian Pertanian mengadakan Bimtek pengelolaan pertanian yang baik sesuai dengan kondisi lahan.

Pemerintah pusat juga menyediakan bibit, pupuk, dan alsintan ke kelompok petani. Kementerian Pertahanan melalui Babinsa bertugas membantu PPL (penyuluh pertanian lapangan) dan petani dalam mengelola lahan.

Tidak cukup di situ, pemerintah perlu sinergi dari BMKG untuk prediksi perubahan temperatur dan cuaca.

Peran BMKG juga tidak kalah penting untuk memetakan tantangan yang dihadapi oleh food estate di tiap daerah. Dengan informasi yang cukup, tentu dapat meminimalisir dampak negatif dari setiap tantangan iklim dan cuaca.

Kementerian Komunikasi dan Informastika (Kemenkominfo) juga bisa turut serta ambil bagian dalam menyukseskan program food estate. Kemenkominfo berperan penting dalam menyediakan internet/wifi murah. Sebab, sistem pertanian yang saat ini mendukung percepatan food estate adalah smart farming.

Tentu perlu kerja sama berbagai pihak untuk menyukseskan program food estate. Setiap orang bisa berkontribusi sesuai dengan perannya masing-masing. Tidak hanya kementerian terkait dan lembaga negara saja yang bisa berkontribusi, masyarakat sipil dari segala kalangan pun bisa turut mengambil peran.

Food Estate sebagai Program Bangsa

Program food estate yang digagas oleh pemerintah sudah selayaknya mengakar ke seluruh lapisan masyarakat. Masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton yang menunggu keberhasilan program, tapi turut mengambil bagian langsung. Sosialisasi food estate melalui smart farming bisa diturunkan ke sekolah-sekolah.

Fransiscus Go, Pemerhati Pendidikan dan Ketenagakerjaan, mengulas peran masyarakat Indonesia dalam mewujudkan food estate.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News