Program Padat Karya PUPR Bantu Ekonomi Rakyat Kaltara

Program Padat Karya PUPR Bantu Ekonomi Rakyat Kaltara
Program padat karya Kementerian PUPR sangat membantu masyarakat Kalimantan Utara. Foto: dok pribadi for JPNN

jpnn.com, TANJUNG SELOR - Di tengah gelombang PHK akibat pandemi Covid-19 di Tanah Air, masih ada ruang bagi industri padat karya untuk membangun ekonomi mayarakat setempat. Salah contohnya, pembangunan insfrastruktur di Kalimantan Utara (Kaltara) yang menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19, Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Utara melaksanakan Program Sanitasi Berbasi Masyarakat (SANIMAS), pembanguna Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS-3R), pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), serta Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dengan proyek mencapai Rp 15,2 miiliar.

“BPPW Kaltara terus berupaya menghadirkan beberapa program untuk mengurangi angka pengangguran dan memberikan penghasilan tambahan kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pembatasan sosia,” kata Kepala BPPW Kaltara, Dony FItriandy dalam keterangan resminya, Senin (29/6).

Dony menyebut program padat karya melalui infrastruktur berbasis masyarakat, telah sesuai dengan Instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

“Program ini mengedepankan pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat atau warga setempat sebagai pelaku pembangunan khusunya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi tinggi, yang mana setiap tahapan pelaksanaan program padat karya dilakukan sesuai dengan Protokol Covid-19,” ungkap dia.

Tidak hanya itu, program padat karya yang bersifa regular pun tetap berjalan dengan melibatkan peran masyrakat.

“Sementara itu, kegiatan reguler yang di padatkaryakan diantaranya, Rehab Sekolah Dasar Negeri 006 Malinau Barat, Penataan Kawasan Kumuh Juata Laut dan Pembangunan Jaringan SPAM IKK Sungai Bilal dengan total anggaran sebesar Rp 13,7 Milyar,” sebutnya.

Senada dengan itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman BPPW Kaltara Thamrin Husain mengatakan, kami melaksanakan beberapa program tersebut dengan melibatkan masyarakat untuk turut serta dalam proses pembangunan, Khususnya bagi masyarakat yang terkena dampak Pandemi Covid-19 di Kalimantan Utara.

Di tengah gelombang PHK akibat pandemi Covid-19 di Tanah Air, masih ada ruang bagi industri padat karya untuk membangun ekonomi mayarakat setempat

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News