Kamis, 15 November 2018 – 07:03 WIB

PSI: Etika Karet Hanafi Rais Tidak Etis

Sabtu, 15 September 2018 – 21:24 WIB
PSI: Etika Karet Hanafi Rais Tidak Etis - JPNN.COM

jpnn.com - Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi membela keputusan kubu Joko Widodo - Ma'ruf Amin memasukkan kepala daerah ke dalam tim kampanye. Dia terutama menyoroti pernyataan Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais yang menilai manuver pasangan petahana itu tak beretika.

"Kami menilai beliau sangat tendensius. Saya menyarankan kepada beliau untuk tidak menggunakan standar karet dalam mengartikan etika politik," ucap politisi muda yang kerap disapa Uki ini, Sabtu (15/9).

Uki mengatakan, PAN menggunakan standar ganda dalam isu ini. Pasalnya, partai berlambang matahari putih itu juga menggunakan jasa kepala daerah di Pilkada 2018.

Contohnya, lanjut Uki, di Pilkada Jawa Tengah 2018 lalu, PAN menurunkan Sandiaga Uno, yang ketika itu masih menjabat wakil gubernur DKI, sebagai juru kampanye pasangan Sudirman Said - Ida Fauziyah.

"Ketika menguntungkan, standard etika yang diucapkannya tak berlaku. Contohnya ketika wakil gubernur DKI yang baru dilantik berkampanye untuk calon yang diusung PAN di pilgub Jawa Tengah," kata Uki.

Poltikus berdarah Minang ini menambahkan, tak ada satupun aturan KPU yang melarang kepala daerah ikut kampanye. "Kami meminta siapapun yang menjadi peserta pileg dan pilpres untuk mengacu pada aturan yang berlaku, yakni PKPU no 23/2018, dimana disebutkan bahwa kepala daerah boleh menjadi bagian dari tim kampanye selain ketua. Jangan membuat definisi karet tentang etika, justru itu tidak etis," sambung Uki.

Uki mengungkit soal ditariknya Buni Yani sebagai bagian dari tim pemenangan Prabowo-Sandi yang tidak dipermasalahkannya, walaupun berstatus terpidana.

"Kami tidak pernah berpolemik soal mereka merekrut Buni Yani yang sudah dipidana pengadilan atas provokasi dan hoax di sosmed untuk menjadi tim sosmed mereka, itu hak mereka kalau memang hukum mengijinkan," ketus Uki. (dil/jpnn)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar