PT Petral Bakal Dibubarkan

Banyak Isu Miring Menerpa, Rusak Citra Pertamina

PT Petral Bakal Dibubarkan
PT Petral Bakal Dibubarkan
JAKARTA – Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengajak dirut Pertamina membubarkan PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), anak perusahaan PT Pertamina yang berdomisili di Singapura. Perusahaan yang bergerak di bidang niaga minyak mentah dan produk kilang itu sebenarnya bukan perusahaan ecek-ecek. Tahun lalu, Petral membukukan laba bersih (unaudited) sebesar USD 47,5 juta. Naik 53 persen dibandingkan laba bersih audited 2010.

Petral berfungsi sebagai market intelligent bagi Pertamina dan berperan penting bagi pencapaian perusahaan dalam membukukan efisiensi impor bahan bakar minyak (BBM) senilai USD 283 juta pada 2011. Tapi semua kisah sukses Petral sama sekali tidak menyilaukan mata Dahlan. ’’Saya sudah melakukan pembicaraan dengan Dirut Pertamina Karen Agustiawan mengenai keberadaan Petral, anak perusahaan Pertamina yang hot itu. Saya mengajak Dirut Pertamina bubarkan Petral,” kata Dahlan sambil duduk bersila di atas meja ruang wartawan Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (21/2).

Menurut Dahlan, keberadaan Petral sering mengganggu citra Pertamina karena banyaknya isu miring yang menerpa anak usahanya tersebut. Petral dikesankan publik sebagai perusahaan hasil akal-akalan tempat bancakan korupsi. Apalagi perusahaan itu ditempatkan di Singapura, seolah tidak ingin terpantau gerak-geriknya.

Kabar terakhir yang menerpa Petral adalah dugaan perusahaan itu merugikan negara dengan membeli minyak tanpa tender dari Pertamina sebanyak 800 ribu per barel setiap hari. Diduga total minyak yang dibeli Petral mencapai USD 18 billion per tahun. Banyak pihak bersuara meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar dugaan praktik kongkalingkong ini.

JAKARTA – Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengajak dirut Pertamina membubarkan PT Pertamina Energy Trading Ltd

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News