JPNN.com

Pujian Taufiq Ismail untuk Pementasan Panembahan Reso Karya WS Rendra

Kamis, 07 November 2019 – 19:01 WIB Pujian Taufiq Ismail untuk Pementasan Panembahan Reso Karya WS Rendra - JPNN.com
Taufiq Ismail. Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Penyair legendaris Taufiq Ismail memuji rencana digelarnya pementasan teater karya WS Rendra bertajuk Panembahan Reso. Menurut pria 84 tahun asal Sumatera itu, pementasan karya monumental tersebut menjadi kemajuan bagi pentas teater saat ini.

"Itu baik sekali," kata Taufiq Ismail saat menghadiri acara Rindu 'Rendra' Megatruh di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (7/11).

Penulis puisi Benteng itu menilai naskah Panembahan Reso itu sangat berkualitas. Selain dipentaskan, ia berharap naskah tersebut bakal didiskusikan oleh kaum milenial.

"Bagus sekali naskah lama itu apabila dipentaskan dan didiskusikan kembali," ucap pria bergelar Datuk Panji Alam Khalifatullah itu.

Dalam kesempatan yang sama, Taufiq Ismail juga memberi penilaian terharap rencana pementasan Panembahan Reso yang dijadikan 3 jam. Padahal pada pementasan tahun 1986, teater itu menelan waktu 7 jam lebih. "Mungkin diringkas (biar tidak terlalu lama)," ucapnya.

Seperti diketahui, pementasan karya besar dan monumental W.S Rendra bertajuk teater Panembahan Reso akan diadakan pada 25 dan 26 Januari 2020 di Teater Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan. Produser Auri Jaya tertarik mementaskan teater itu setelah sukses pada era 80an namun tidak pernah lagi diadakan.

Lakon Panembahan Reso pernah dipentaskan selama tujuh jam di Istora Senayan Jakarta, di tahun 1986. Selama dua hari pementasan itu disaksikan sekitar 15.000 penonton. Setelah itu belum pernah ada lagi kelompok teater yang mementaskan lakon ini.

Sutradara pementasan Panembahan Reso kali ini adalah Hanindawan, yang bakal dibantu asisten sutradara Sosiawan Leak. Pementasan ini juga didukung para seniman yang mumpuni, seperti: Dedek Wahyudi (penata musik), Hartati (penata tari/koreografer), Hardiman Radjab (penata artistik/skenografer), Retno Damayanti (penata busana/kostum) dan Sugeng Yeah (penata lampu). Sebagai konsultan pertunjukan tercatat Ken Zuraida, Edi Haryono, Iwan Burnani Toni, dan Bambang Bujono.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...