Puluhan Paus Pilot Terdampar di Pantai Madura, Tim KLHK Sigap Bawa Dokter Hewan

Puluhan Paus Pilot Terdampar di Pantai Madura, Tim KLHK Sigap Bawa Dokter Hewan
Paus pilot yang terdampar di Pantai Madura. Foto: dok KLHK

jpnn.com, BANGKALAN - Puluhan ikan paus pilot sirip pendek (short finned pilot whale) atau Globicephala macrorhynchus terdampar di pantai sisi selatan Pulau Madura.

Tepatnya di Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Kamis (17/2). Dari 52 ekor yang ditemukan, 3 ekor dalam kondisi hidup, dan 49 ekor dalam kondisi mati.

Evakuasi dilakukan Balai Besar KSDA Jawa Timur, setelah berkoordinasi dengan instansi terkait diantaranya BPSPL, PSDKP, Dinas Kelautan, Dinas PU Prov. Jatim, Polairud, Kepolisian setempat, TNI, Kepala Desa, dan Camat. Tim penanganan terdamparnya paus ini juga melibatkan FKH Unair.

"Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Besar KSDA Jawa Timur pada hari Jum’at pagi, ketika air surut baru terlihat puluhan ekor sudah terdampar di pantai," terang Kepala Bidang KSDA Wil. II BBKSDA Jatim RM. Wiwied Widodo.

Tim Penanganan terdamparnya paus dibagi menjadi beberapa regu, terdiri dari regu pengamanan lokasi oleh TNI dan Polri, tim postmortem oleh 2 orang dokter hewan, 5 asisten dan 1 orang dari BBKSDA Jatim, regu Antemortem terdiri dari 1 orang dokter hewan, 1 asisten dan 2 orang dari BBKSDA Jatim dan regu penguburan yang dikoordinir oleh Kepala Desa setempat.

Ikan paus pilot merupakan jenis mamalia laut yang dilindungi undang-undang dan termasuk dalam daftar satwa dilindungi berdasarkan Permen LHK No. P.106/MENLHK/SETJENKUM.1/12/2018 Tahun 2018.

Secara global, paus pilot terdaftar dalam Appendix II Convention on International Trade in Endangered Species (CITES).

"Paus-pilot sirip-pendek bisa ditemukan di perairan beriklim hangat dan perairan tropis di berbagai penjuru dunia. Umumnya, mereka hidup jauh dari pantai," kata Wiwied.

Penyebab terdamparnya 52 ekor ikan paus pilot di Pantai Mondu Bangkalan Madura ini berdasarkan analisa tim dokter hewan dapat disebabkan karena beberapa faktor.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News