Purnawirawan TNI Simpan Mortir dan Dinamit, Brimob Bergerak ke Lokasi

Purnawirawan TNI Simpan Mortir dan Dinamit, Brimob Bergerak ke Lokasi
Anggota Brimob Polda Kalsel melakukan proses disposal terhadap bahan peledak yang ditemukan. Foto: ANTARA/Firman

jpnn.com, BANJARBARU - Warga Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan (Kalsel), menemukan bahan peledak di sebuah rumah Jalan Negara Dipa RT 01, Kelurahan Sungai Malang.

Satuan Brimob Polda Kalsel mengamankan dua bahan peledak jenis mortir dan dinamit itu.

"Benda yang ditemukan sudah diamankan dan selanjutnya dilakukan disposal atau pemusnahan bahan peledak," kata Komandan Satuan Brimob Polda Kalsel Kombes Pol Ronny Suseno, di Banjarbaru, Minggu.

Kombes Ronny mengatakan personel Kompi 2 Batalion B Pelopor bersama tim Jibom Detasemen Gegana pun meluncur ke lokasi penemuan.

"Jadi ternyata bahan peledak yang ditemukan merupakan milik seorang purnawirawan TNI yang telah meninggal dunia. Sebelumnya pihak keluarga tidak mengetahui jika almarhum menyimpan benda tersebut di rumah," ujar Ronny.

Atas temuan tersebut, polisi berterima kasih kepada warga yang proaktif melaporkan setiap mendapati benda mencurigakan yang diduga bahan peledak atau pun barang berbahaya lainnya.

"Tentunya mortir dan dinamit ini sangat berbahaya jika sampai benar-benar masih aktif dan berfungsi. Sewaktu-waktu bisa meledak dan menimbulkan korban jiwa," kata Ronny.

Mortir merupakan salah satu amunisi senjata yang memiliki daya ledak serta daya jangkau bervariasi. Senjata artileri ini diisi dari depan dan menembakkan peluru dengan kecepatan rendah.

Mortir dan dinamit ini sangat berbahaya jika sampai benar-benar masih aktif dan berfungsi. Sewaktu-waktu bisa meledak dan menimbulkan korban jiwa.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News