Hari Pahlawan 2018

Rahasia Persatuan Pahlawan Kemerdekaan Indonesia (3)

Rahasia Persatuan Pahlawan Kemerdekaan Indonesia (3)
Khatib Sulaiman dan Buya Hamka, duet kelompok kiri dan kanan dalam perang kemerdekaan Indonesia. Foto: Capture laman Google.
“Dalam sebentar waktu pula, selain bambu runcing sebagai peneguh semangat, apar-apar besi seluruh Minang, telah bergerak memancarkan api, menitik lading, pisau dan senapan. Pandai-pandai besi di Sungaipuar pandai membuat bedil meniru buatan pabrik Eropa,” sambungnya.

 

Dengan mobil SB 9, dua sekondan itu, Buya Hamka dan Khatib Sulaiman telah mengelilingi Sumatera Barat, “dan kalau perlu mendaki bukit, melereng ke lurah, naik sampan dan biduk, menjalani negeri-negeri dan kampung menggembleng semangat.”

 

Terbentuknya FPN telah mulai menyatukan kehendak-kehendak yang berbagai warna selama ini. Dan mengurangi meluapnya sentimen.

 

FPN sebagai gabungan tenaga rakyat, telah turut berusaha membangunkan persatu paduan rakyat di dalam mendukung revolusi.

 

Masyarakat adat, kaum nasionalis, agama, komunis, saudagar hingga pendekar di Ranah Minang bersatu. Bersepakat membentuk Front Pertahanan Nasional (FPN).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News