Rakyat Aceh Anggap Soeharto Lebih Kejam ketimbang Abu Jahal

Rakyat Aceh Anggap Soeharto Lebih Kejam ketimbang Abu Jahal
Halaman depan The New York Times edisi 22 Mei 1998 dengan headline mundurnya Presiden Soeharto yang dilanjutkan naiknya BJ Habibie sebagai penggantinya. Foto: NY Times

jpnn.com, JAKARTA - Tokoh pemuda di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) Thamren Ananda mengaku tak habis pikir dengan pihak-pihak yang melakukan glorifikasi terhadap Presiden Kedua RI Soeharto. Menurutnya, penguasa Orde Baru itu sangat kejam dan masyarakat Aceh ikut menjadi korbannya ketika era Daerah Operasi Militer (DOM) pada 1989-1998.

"Pelanggaran HAM (hak asasi manusia, red) di Aceh semasa rezim Soeharto lebih kejam dibanding kejahatan Abu Lahab dan Abu Jahal di zaman jahiliah, karena mereka juga membantai wanita dan anak-anak yang tak bersalah," ujar Thamren melalui siaran pers ke media, Selasa (11/12).

Thamren yang bersama Irwandi Yusuf mendirikan Partai Nasional Aceh (PNA) itu menambahkan, Komnas HAM pernah melakukan penyelidikan selama empat bulan di provinsi berjuluk Serambi Mekah itu. Hasilnya, kata Thamren, Komnas HAM menemukan kejahatan kemanusiaan berupa perkosaan dan kekerasan seksual lainnya, penyiksaan, pembunuhan hingga penculikan dan penghilangan orang secara paksa.

"Beberapa bagian bentuk kejahatan itu, ada kemiripan dengan modus operandi penculikan aktivis prodemokrasi di Jakarta," kata Thamren.

Rakyat Aceh Anggap Soeharto Lebih Kejam ketimbang Abu Jahal
Thamren Ananda ketika menghadiri upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di halaman Istana Kepresidenan Jakarta. Foto: dokumen pribadi

Aktivis HAM yang juga menjadi dosen tamu perguruan tinggi di NAD itu lantas membandingkan Soeharto dengan para pemimpin lalim di negara lain. Misalnya, Pol Pot di Kamboja yang menyisakan Ladang Pembantaian atau The Killing Field.

Di Aceh, kata Thamren, juga ada semacam The Killing Field. “Jumlahnya sekitar 35 tempat, melebihi jumlah ladang pembantaian di Kamboja," ujarnya.

Oleh karena itu Thamren mengatakan, pelanggar HAM di Aceh harus diusut hingga tuntas dan diadili. “Sehingga tidak ada dendam dari generasi yang akan datang,” tuturnya.

Seperti diketahui, belakangan ini nama Soeharto kembali mencuat. Partai Berkarya pimpinan Hutomo Mandala Putra termasuk yang berada di barisan yang memuja Soeharto.(gwn/JPC)


Tokoh pemuda di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) Thamren Ananda menilai Soeharto sebagai pemimpin yang sangat kejam.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News