Kamis, 19 Juli 2018 – 16:51 WIB

Ramadan di Australia: Butuh Perencanaan Matang

Kamis, 17 Mei 2018 – 14:00 WIB
Ramadan di Australia: Butuh Perencanaan Matang - JPNN.COM

Bulan Ramadan adalah soal keluarga dan fokus pada urusan keagamaan. Tapi bagi seorang ibu yang bekerja, berarti mempersiapkan segalanya, tidak sampai ada urusan penting yang ketinggalan, termasuk menikmati segelas kopi.

"Saya harus minum kopi sebelum adzan Subuh!" kata Ramia Abdo Sultan, pengacara asal Sydney yang juga ibu dari tiga anak.

Saat ditemui di kantornya, Ramia mengatakan terlepas dari aspek spiritual selama berpuasa sebulan penuh, yang paling terpenting adalah tentang perencanaan yang baik bagi ketiga anaknya yang berusia 11, 9, dan 7 tahun. .

"Ada sedikit kepanikan yang terjadi di awal Ramadhan, dengan pertanyaan seperti bagaimana kita akan melewatinya? Bagaimana kita akan mengerjakan semua yang biasanya dilakukan siang hari?" kata Ramia.

"Yang penting untuk diperhatikan adalah kita bangun lebih awal sebelum Subuh lalu makan untuk mempersiapkan energi sepanjang hari, jadi saya pastikan saya minum kopi, untuk menghindari kemungkinan terserang migrain sepanjang hari."

Puasa sebulan penuh dimulai di Australia, hari Kamis (17/05), Tasnim Saeid, rekan kerja Tasnmi yang juga pengacara mengatakan pentingnya asupan makanan bergizi.

"Tergantung pada latar belakang budaya Anda, makanan di pagi hari bisa lengkap dengan kari dan nasi. Tetapi saya lebih memilih lebih banyak makan buah atau gandum, seperti kebanyakan warga Australia," ujar Tasnim.

Ia mengatakan telah memperhatikan tren baru-baru ini di kalangan teman-temannya, dimana tidak makan berlebihan saat berbuka puasa.

"Orang-orang menjadi lebih sadar-kesehatan ketika mereka berbuka puasa di malam hari, mereka tidak lantas menebus kehilangan kalori yang hilang selama siang hari," katanya.

Hal-hal luar biasa terjadi selama Ramadan

Kedua perempuan juga mengatakan berpuasa di Australia tidaklah sesulit kedengarannya.

"Kalau biasanya di bulan lain Anda minta saya melewatkan makan, saya akan kesusahan. Tapi kita tidak memikirkannya selama Ramadan dan kita melewati hari dengan cukup lancar," ujar Tasnim.

"Hanya putri saya yang paling tua, usia 11 tahun sekarang sedang melakukan Ramadan, tapi saya mendorongnya untuk tidak sekolah selama sebulan jika ia tidak bisa melewatinya," kata Ramia.

"Beruntung siang hari di Australia sedang singkat. Sehingga bisa dilakukan. Tapi ini adalah bulan yang sangat menyenangkan bagi semua komunitas, terutama anak-anak, dengan semua yang manis-manis, keluarga dan teman-teman berkunjung di malam hari."

"Aspek kesamaan membuat kita melewatinya. Kita tahu bahwa 1,6 miliar Muslim di seluruh dunia ikut ambil bagian, dan ini memberi kita motivasi. Ini adalah perjuangan tetapi kita tetap melakukannya, serta bagi mereka yang sehat dan mampu, bisa mendorong lebih dari sekedar disiplin, inilah bulan Ramadan," kata Ramia.

Keterlibatan komunitas

Presiden dari Auburn Islamic Community Center di Sydney barat, Mohamed Al Zoubi, mengatakan semua Muslim kecuali anak-anak, wanita yang sakit, lanjut usia atau hamil atau menyusui dapat mengambil bagian dalam Ramadan.


"Suasana dari Ramadhan berbeda. Ini adalah bulan ibadah, membaca dan merefleksikan .. juga menjadi ajang bertemu keluarga dan membantu orang lain."

"Semua orang ada. Banyak kegiatan di pusat kami. Mereka memberi lebih banyak amal. Ada sekitar 600.000 Muslim di seluruh Australia dan banyak dari mereka berpuasa selama bulan ini jika mereka bisa," kata Mohamed.

"Bagi saya, ini adalah waktu untuk sedikit lebih lambat dan memikirkan hal-hal untuk disyukuri," kata Ramia.

Baca artikelnya dalam bahasa Inggris di sini.

 
SHARES
Komentar