Realisasi KPR 2018 Masih Lebih Baik Dibanding Tahun 2017

Realisasi KPR 2018 Masih Lebih Baik Dibanding Tahun 2017
Ilustrasi penjualan properti. Foto: Kaltim Post/JPNN

"Kalau pegawai negeri, usia lunasnya pas dengan jarak usia memasuki masa pensiun. Ini semua agar generasi muda tak dipusingkan oleh besarnya cicilan rumah selama ini," katanya.

Mengenai pertumbuhan KPR, Daniel mengakui ada peningkatan. Besarannya kecil, masih dalam rentang sekitar 10 persen.

"Mengenai rumah-rumah yang gagal bayar, dari tahun ke tahun juga selalu ada. Tapi itu tidak serta merta menandakan ekonomi tengah menurun," ungkapnya.

Lalu, apakah banyaknya rumah gagal bayar di Kepri juga akan menyebabkan peningkatan kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di Kepri. Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putera mengatakan tingkat NPL di Kepri pada triwulan keempat masih jauh dari batasan NPL bermasalah, yakni 5,0.

"Tingkat NPL di Kepri pada triwulan keempat yakni sebesar 3,56 persen dibanding triwulan ketiga sebesar 3,38 persen. Masih jauh dari ambang batas," ucapnya.

Bahkan, perkembangan kredit perbankan juga tetap stabil meskipun sedikit mengalami penurunan. "Total penyaluran kredit perbankan pada triwulan empat tercatat sebesar Rp 50,71 triliun atau tumbuh lambat 6 persen dibanding triwulan sebelumnya," ungkapnya.

Penurunan ini disebabkan oleh penurunan kredit konsumsi dan kontraksi kredit investasi. "Penyaluran kredit konsumsi melambat dari 7,62 persen pada triwulan ketiga menjadi sebesar 6,98 persen pada triwulan keempat," paparnya.(leo)


Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Achyar Arfan mengatakan pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) di Batam, Kepri, tetap bertumbuh namun agak lambat.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News