Regenerasi Kepemimpinan Nasional Telat 10 Tahun

Regenerasi Kepemimpinan Nasional Telat 10 Tahun
Regenerasi Kepemimpinan Nasional Telat 10 Tahun
Tapi begitu ada power people yang menghendaki presiden yang sudah tua itu turun, lanjutnya, pihak yang selama ini mendukung malah berdiri paling depan juga menuntut presiden turun. "Prilaku politik ini bikin kita terkaget-kaget," ujar Taufiq.

"Presiden Soekarno dan Soeharto yang dieluka-elukan hebat, tapi begitu tidak berkuasa tidak satupun yang bela. Kasihan, dan saya tidak ingin pengalaman pahit itu menimpa Presiden Indonesia berikutnya," harap Taufiq Kiemas.

Makanya lanjut Taufiq, apapun argumentasinya, dirinya mengaku paling tidak setuju orang-orang tua didorong-dorong lagi ikut Pilpres.

"Kalau merasa, tentu ada tapi begitu tidak berkuasa kan tidak punya arti apa-apa lagi dan saya sangat berharap pengalaman pahit Soekarno dan Soeharto tidak dialami oleh yang lainnya karena itu sangat menyakitkan," tegas Taufiq Kiemas. (fas/boy/jpnn)

JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas mengatakan, regenerasi kepemimpinan nasional sudah telat selama 10 tahun. Untuk


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News