JPNN.com

Rendang, Soto Betawi dan Gado-Gado Siap Menggoda Weekend di London

Jumat, 14 Juli 2017 – 14:52 WIB
Rendang, Soto Betawi dan Gado-Gado Siap Menggoda Weekend di London - JPNN.com
Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Foto: Kemenpar for JPNN.com

jpnn.com, LONDON - Kementerian Pariwisata membawa diplomasi kuliner untuk menggoda pasar wisman Inggris. Ada soto Betawi, rendang, dan gado-gado yang bakal ditampilkan di Indonesian Weekend di London, 22-23 Juli 2017.

Diplomasi ini, akan dikawal langsung mantan juri Master Chef Indonesia, Degan Septoadji. “Kita goda pasar wisman di London, Inggris, dengan kuliner Indonesia yang enak,” kata Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Nia Niscaya, Kamis (13/7).

Jurus ini dinilai sangat pas dikeluarkan di Negeri Ratu Elizabeth lantaran penduduk Inggris sangat suka mengeksplor kuliner. Ditambah lagi, Indonesia dikenal dengan makanan khasnya yang enak-enak. Terutama rendang, yang oleh CNN Travel dinobatkan sebagai World’s 50 Best Foods dan dilaunching sejak 21 Juli 2011 itu.

Rendang tercatat nomor 11 dari 50 masakan paling heboh di dunia. “Kalau soal kuliner, Indonesia harus diakui salah satu jagoannya. Rendang sudah membuktikan itu. Ditambah soto Betawi dan gado-gado, saya rasa ini cukup kuat memberi kesan kuliner enak di Indonesia,” papar wanita berkerudung itu.

Jurus ini dikeluarkan lantaran Indonesia ingin mempertahankan Inggris sebagai negara pengirim wisatawan terbanyak ke Indonesia untuk wilayah Eropa. Tahun ini ditargetkan kunjungan wisawatan dari Inggris mencapai 380 ribu orang. Apalagi, lokasinya sangat strategis. Spotnya persisnya di belakang ikon London yaitu The Tower Bridge.

“Selain demo memasak oleh Chef Degan Septoadji, ada juga pertunjukan dan pameran gasing oleh ’’maestro’’ gasing Endi Aras. Kemudian juga ada tim pencak silat serta mural. Jadi sangat komplit,” ucapnya.

Karakter wisatawan asal Inggris dinilai sangat khas. Maklum, di masa lalu, ada kedekatan emosional dengan Indonesia. Meskipun hanya sekitar lima tahun, Indonesia adalah negara jajahan Inggris. “Ini salah satu faktor mereka mau berkunjung ke Indonesia. Masa tinggal wisatawan Inggris bisa dua kali lipat wisatawan negara Eropa lainnya. Di mata orang Inggris, Indonesia itu dicap sebagai destinasi wisata yang warm atau hangat,’’ tuturnya.

Kehangatan itu baik karena sinar matahari yang melimpah. Maupun karena kehangatan masyarakat Indonesia dalam menyambut wisatawan asing.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...