Reni Astuti Minta Pemkot Surabaya Memperhatikan Nasib Anak Yatim Terdampak Pandemi Covid-19

Reni Astuti Minta Pemkot Surabaya Memperhatikan Nasib Anak Yatim Terdampak Pandemi Covid-19
FOTO ARSIP - Sejumlah bocah bermain di sebuah taman kawasan Petamburan, Jakarta, Jumat (23/7/2021). Sebagian masyarakat masih tidak menghiraukan imbauan Presiden Joko Widodo dalam peringatan Hari Anak Nasional agar anak-anak tidak beraktivitas di luar rumah untuk mencegah penularan COVID-19. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.)

jpnn.com, SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Jawa Timur, Reni Astuti meminta Pemerintah Kota Surabaya memperhatikan nasib anak yatim/piatu yang terdampak pandemi Covid-19. 

Permintaan itu disampaikan pimpinan DPRD setelah Kota Surabaya kembali menyandang predikat sebagai Kota Layak Anak (KLA) Kategori Utama Tahun 2021. 

Predikat itu diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 

"Saya apresiasi raihan ini. Namun, yang perlu diperkuat adalah bagaimana di masa pandemi ini, pemkot juga terdepan dalam memberikan perhatian dan kepedulian terhadap anak-anak di Kota Surabaya," kata Reni Astuti di Surabaya, Jumat (30/7), 

Reni menjelaskan capaian yang diterima Kota Surabaya keempat kalinya itu menjadi tanggung jawab besar bagi Pemkot Surabaya dalam memenuhi hak-hak anak di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Menurut Reni, beberapa hal sudah dilakukan di antaranya terkait dengan vaksinasi untuk anak. 

Kemudian, menyediakan program beasiswa bagi pelajar maupun mahasiswa, utamanya mereka yang memiliki prestasi di berbagai bidang.

Selain itu, pimpinan DPRD ini juga menyoroti hal yang perlu menjadi perhatian lainnya.

Kota Surabaya kembali menyandang predikat Kota Layak Anak (KLA Kategori Utama Tahun 2021 dari Kementerian PPPA. Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti mengingatkan Pemkot Surabaya memperhatikan nasib anak yatim/piatu yang terdampak pandemi Covid-19.