Minggu, 18 November 2018 – 06:27 WIB

Renovasi Gedung SD, Kemendikbud Gelontorkan Rp 100,13 M

Senin, 29 Oktober 2018 – 06:49 WIB
Renovasi Gedung SD, Kemendikbud Gelontorkan Rp 100,13 M - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Mempercepat pemerataan mutu pendidikan Sekolah Dasar, Kemendikbud melalui Direktorat Pembinaan SD (PSD) memberikan bantuan sarana prasarana dalam program pembangunan unit sekolah baru (USB) dan renovasi SD di 2018.

Khusus untuk SD, tahun ini Kemendikbud menggelontorkan anggaran sebesar Rp 100,13 miliar, untuk membangun 15 USB dengan anggaran Rp 32,94 miliar dan merenovasi 53 SD rujukan serta SD lainnya yang sangat prioritas di berbagai wilayah Indonesia dengan anggaran Rp 67,19 miliar.

“Dengan kebijakan zonasi yang ditetapkan pak menteri, kami harap melalui sekolah-sekolah terpilih di zonanya itu, secara bertahap akan kami benahi melalui renovasi. Mudah-mudahan nanti sekolah ini meningkatkan mutunya dan mengimbaskan kepada SD yang lain,” ujar Direktur PSD Kemendikbud, Khamim, Minggu (28/10).

Dia menambahkan, pemerintah ingin memastikan bangunan sekolah yang dibangun berkualitas baik, aman, dan nyaman digunakan untuk proses pembelajaran oleh seluruh warga sekolah. Selain itu, agar penggunaan anggarannya pun sesuai dengan perencanaan sehingga akuntabilitas pelaporan keuangannya bisa tercapai.

“Alhamdulillah sudah ada yang 53 persen,51 persen bahkan ada yang 80 persen dari sekolah-sekolah yang hadir,” jelasnya.

Program pembangunan USB dan renovasi SD secara swakelola ini, selain melibatkan peran sekolah dan masyarakat sekitar juga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) program keahlian teknik bangunan yang ditunjuk Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud sebagai tim teknis perencana serta pengawas.

Pada tahap pertama, sekolah penerima bantuan masing-masing telah menerima 70 persen dana program pembangunan USB dan renovasi SD pada Juli 2018. Tahap selanjutnya, berdasarkan proses pembangunan yang berjalan.

Sebanyak 39 sekolah telah menerima 100 persen dana pembangunan dan renovasi pada Oktober 2018. Sisanya, pemerintah tetap akan memperhatikan perkembangan sekolah hingga bantuan pada tahap pertama mencapai 50 persen. (esy/jpnn)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar