Resepsi di Balai Pengobatan, Biaya dari Uang Saku

Resepsi di Balai Pengobatan, Biaya dari Uang Saku
Suud Ibrahim bin Haji Rahim dan Miftahul Jannah. Foto: Baehaqi/Jawa Pos.
Keluarga Suud juga setuju pernikahan dilaksanakan di Makkah. Teknisnya diserahkan kepada kedua mempelai. Suud dan Miftahul pun sepakat melangsungkan pernikahan secara sederhana. Hanya teman-teman dekat yang diundang. Biaya ditanggung renteng dari uang saku masing-masing.

Kepala Sektor 8 Bakhutmah, Ahmad Danial Hafidz, sempat terkejut ketika diberi tahu bahwa ada petugas haji mau menikah di Masjidil Haram. Dia menyarankan agar meminta izin terlebih dahulu kepada Kepala Daker Makkah, Subakin A.M. Ketika dimintai izin itu, Subakin malah menganggapnya sebagai surprise. Sebab, sejak dirinya bertugas sebagai panitia haji pada 1986, baru kali ini ada petugas haji yang menikah di Makkah.

Permasalahan sempat muncul. Kabar akan menikahnya Suud dan Miftahul beredar luas dalam sekejap. Semua petugas PPHI ingin datang. "Jadi sempat bingung juga. Semua teman ngotot minta diundang," cerita Suud.

Lagi-lagi Suud dan Miftahul beruntung. Menjelang pernikahan, pemilik hotel yang dijadikan markas BPHI menawarkan syukuran petugas haji. Barita pun mengungkapkan, acara itu bisa dimanfaatkan untuk pesta pernikahan mereka. Semua pihak setuju. Semua itu sekaligus merupakan berkah bagi kedua mempelai. (kum)

Suud Ibrahim bin Haji Rahim dan Miftahul Jannah adalah sama-sama petugas haji. Sejak mengikuti pelatihan di Jakarta, Suud sudah akrab dengan Miftahul.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News