JPNN.com

Respons PDIP Soal Perkembangan Pencalonan Gibran bin Jokowi dan Bobby

Sabtu, 14 Maret 2020 – 20:42 WIB Respons PDIP Soal Perkembangan Pencalonan Gibran bin Jokowi dan Bobby - JPNN.com
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membuka Rakerda I DPD PDIP Banten di Serang, Sabtu (14/3). Foto: M Kusdharmadi/JPNN.Com

jpnn.com, BANTEN - PDI Perjuangan belum memutuskan calon yang akan diusung dalam pemilihan wali kota Solo, Jawa Tengah, dan Medan, Sumatera Utara, pada Pilkada Serentak 2020. 

Pilkada Solo dan Medan ramai menjadi perhatian dan antusiasme masyarakat. Mengingat putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, merupakan salah satu bakal calon wali kota Solo. Sementara, Bobby Nasution, menantu Jokowi, bakal calon wali kota Medan.

Terkait itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan, partainya dalam waktu dekat akan memutuskan dan mengumumkan calon kepala daerah di Solo, Medan Utara, serta sejumlah kabupaten/kota di Papua, Banten,  Bali, Sulawesi Selatan, maupun lainnya.

"Dalam waktu dekat kami akan putuskan bersama,” kata Hasto, usai Rakerda I DPD PDIP Banten, di Kota Serang, Sabtu (14/3).
 
Anak buah Megawati Soekarnoputri di PDI Perjuangan, itu mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan masyarakat kepada figur bakal calon-calon kepala daerah dari partainya, termasuk untuk Kota Solo. Ia menegaskan bahwa dukungan rakyat itu dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan rakyat apalagi Kota Solo merupakan die hard, basisnya banteng, basisnya kekuatan Soekarnois. Dukungan rakyat ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Hasto menjawab diplomatis saat ditanya peluang Bobby dan Gibran yang sudah memiliki kartu tanda anggota PDI Perjuangan, untuk mendapat rekomendasi sebagai calon wali kota.

Hasto mengatakan bahwa PDI Perjuangan terus melakukan kaderisasi politik. Dia menegaskan bahwa pendidikan politik dimulai dari keluarga.

“Sehingga Mas Gibran, dan Mas Bobby masuk ke PDI Perjuangan ya ini bukan hal mengejutkan. Ini merupakan bagian dari tradisi kepartaian yang dibangun, tetapi kan kami tidak membeda-bedakan. Semuanya berproses dengan baik, dan dengan cara sama,” papar Hasto.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...