Selasa, 26 Maret 2019 – 17:09 WIB

Respons Pemprovsu Soal Dua Maskapai Tutup Rute ke Silangit

Rabu, 16 Januari 2019 – 03:05 WIB
Respons Pemprovsu Soal Dua Maskapai Tutup Rute ke Silangit - JPNN.COM

Pesawat milik Garuda Indonesia saat mendarat di Bandara Silangit, Tapanuli Utara. Foto: Sumut Pos/JPNN

jpnn.com, MEDAN - Dua maskapai yakni Garuda Indonesia dan Malindo Air resmi menutup rute penerbangan dari Jakarta ke Bandara Sisingamangaraja XII, Silangit, Tapanuli Utara, Sumut.

Ini jelas mengundang keprihatinan sejumlah kalangan. Apalagi, Silangit dianggap sebagai salah satu pintu gerbang menuju kawasan wisata Danau Toba.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Muchlis Nasution berharap, maskapai komersil lainnya tidak ikut-ikutan mengambil kebijakan serupa, sebab dapat merugikan perekonomian masyarakat Sumut.

“Jelas kita menyayangkan (penutupan penerbangan ke Silangit). Tapi bagaimanapun perusahaan airlines itu ‘kan punya hitungan bisnis berbeda atau ada pertimbangan lainnya,” kata Muchlis Nasution kepada Sumut Pos, Senin (14/1).

Apalagi bicara sektor pariwisata, menurutnya sangat disayangkan dampak dari penutupan rute penerbangan Jakarta-Silangit dan Malaysia-Silangit (pulang-pergi) oleh kedua maskapai tersebut.

Namun Muchlis mengaku, penutupan penerbangan ke Silangit oleh Garuda Indonesia dan Malindo Air perlu memerhatikan banyak aspek dukungan. Salah satunya soal pengembangan atas sebuah kawasan yaitu kemudahan akses menuju lokasi destinasi serta sarana dan prasarana didalamnya.

“Harapan kita karena kawasan Danau Toba menjadi salah satu prioritas bapak presiden yang harus dikembangkan, jangan ada lagi maskapai yang tidak ada rute ke Silangit. Cukuplah dua maskapai itu saja, jangan lagi yang lain ikut-ikutan. Kalau yang lain masih ada (buka rute penerbangan ke Silangit), tentu menjadi kesempatan Sumut. Mungkin saja Garuda bukan pasarnya di sana. Tapi pasarnya Lions dan Sriwijaya,” katanya.

Dia menyebut, pilihan paling mudah bagi wisatawan menuju destinasi wisata adalah melalui jalur udara. Pihaknya mencatat, sekitar 60 sampai 65 persen wisatawan menggunakan perjalanan udara untuk mencapai lokasi wisata. Sisanya baru memakai jalur darat dan laut.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar