Revitalisasi Alun-Alun Gresik Lambat

Revitalisasi Alun-Alun Gresik Lambat
Revitalisasi alun-alun Gresik belum menunjukkan progress yang berarti. FOTO : Jawa Pos

jpnn.com, GRESIK - Jamaah salat Id membeludak di Masjid Jamik Gresik. Baik Idul Fitri maupun Idul Adha. Karena itu, Pemkab Gresik meminta kontraktor pelaksana membuka seng penutup proyek revitalisasi alun-alun. Jamaah bisa melihat bangunan baru yang ditargetkan selesai pada 2018 tersebut. 

Kemarin (22/8) umat Islam Kota Giri mengikuti salat Idul Adha di alun-alun yang berlokasi di Jalan Wachid Hasyim itu. Alun-alun dibuka sementara. Sebagian genting telah terpasang. Tanaman sejenis kurma juga telah tumbuh. "Loh kok masih segini saja," kata Ramdani, seorang jamaah. 

Pemuda 23 tahun itu penasaran. Dia mengelilingi alun-alun. "Mumpung pagarnya dibuka," ujarnya. 

Proyek revitalisasi alun-alun dimulai pada 2017. Proyek 2018 ini tahun kedua. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik menilai, revitalisasi tahap kedua belum mencapai kemajuan menggembirakan. Baru 27 persen. 

DPUTR meminta kontraktor meningkatkan progres pekerjaan. Sebab, sudah tiba bulan berlalu, pekerjaan baru maju 27 persen. Sangat kurang. Kemajuan fisik idealnya sudah di atas 30 persen. 

DPUTR merekomendasi ke PT Anugerah Konstruksi Indonesia selaku kontraktor agar menambah tenaga kerja. Saat ini hanya sekitar 50 orang. "Masih bisa tambah 50 pekerja lagi. Jadi 100 orang," tegas Kepala Dinas PUTR Gunawan Setijadi yang diwakili Kabid Cipta Karya Tri Handayanisetyarini. 

Kesimpulan itu didapat saat inspeksi mendadak pada Senin (20/8). Dengan cara itu, kontraktor bisa mempercepat pekerjaan. Apa penyebab proyek lambat? Selain kurangnya tenaga kerja, pemicu lain adalah ketersediaan material konstruksi. Saat ini kontraktor masih menunggu material.

Kemarin tidak terlihat aktivitas di dalam proyek. "Sebagian besar masih libur. Pulang merayakan Lebaran kurban di kampung," ujar seorang pekerja. (yad/c7/roz)

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik menilai, revitalisasi tahap kedua belum mencapai kemajuan menggembirakan. Baru 27 persen


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News