JPNN.com

Riko Daftar Formasi Sipir Penjara di CPNS 2019 setelah 2 Kali Gagal Tes TNI AL

Jumat, 15 November 2019 – 16:15 WIB
Riko Daftar Formasi Sipir Penjara di CPNS 2019 setelah 2 Kali Gagal Tes TNI AL - JPNN.com
Salah satu pelamar seleksi CPNS 2019, Riko Setiawan (19). Foto: ANTARA/Andi Firdaus

jpnn.com - Riko Setiawan (19) merupakan salah satu pelamar CPNS 2019 yang mendaftar di formasi sipir penjara. Pria yang bercita-cita menjadi tentara ini oprimistis lolos dalam seleksi CPNS 2019.

"Kebetulan saya juga bercita-cita jadi tentara. Ya mirip-mirip lah walaupun sipir penjara," kata Riko yang dijumpai Antara saat memproses Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Mapolrestro Jakarta Timur, Jumat (15/11) siang.

Riko merupakan warga Cipayung, Jakarta Timur, lulusan SMA Bina Dharma Ciracas 2019.

Berdasarkan situs resmi cpns.kemenkumham.go.id, Kementerian Hukum dan HAM mengunggah 4.598 formasi pada seleksi CPNS 2019.

Terbanyak formasi penjaga tahanan alias sipir penjara yakni 2.875 orang untuk ditempatkan di 33 kantor wilayah meliputi Pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara, Cabang Rumah Tahanan Negara, Balai Pemasyarakatan, serta Balai Harta Peninggalan dan Balai Diklat.

"Hampir di setiap lapas di daerah butuh sipir saat ini. Tapi kalau saya lolos, jangan tempatkan jauh-jauh dari Monas (Jakarta)," kata Riko.

Putra tunggal dari pasangan Jaka dan Triharini itu ingin mengikuti jejak sepupunya di Solo yang sudah lebih dulu menjadi ASN di Dinas Keagamaan bagian olahraga.

"Sekarang kan susah banget cari kerja di Jakarta, kebetulan ada peluang ini. Sepupu saya juga lebih mapan sekarang sejak jadi ASN," kata Riko yang sudah dua kali gagal tes TNI Angkatan Laut.

Pria peraih nilai Ebtanas murni (NEM) 58,7 itu mengaku sangat terobsesi menjadi sipir penjara karena aktivitasnya yang mirip dengan militer.

"Sipir penjara kan aktivitasnya mendekati militer. Saya juga siap berhadapan dengan penjahat, soalnya yang jaga kan banyak, nggak saya sendiri aja," katanya.

Riko telah merampungkan seluruh proses persyaratan calon ASN, mulai dari pengisian formulir lamaran, surat pernyataan, formulir SKCK dan sebagainya.

"Urus SKCK aja bisa empat jam, belum lagi urusan administrasi seperti surat pernyataan dan lain-lain," katanya.

Selama dua hari berturut-turut seluruh persyaratan yang dibutuhkan telah selesai terkumpul.

"Saya sampai bolak-balik dari rumah ke warnet. Total biaya kalau dihitung habis Rp100 ribu," katanya. (antara/jpnn)

 

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
tomo