Rindu Siantar Kembali jadi Kota Pendidikan

Rindu Siantar Kembali jadi Kota Pendidikan
Rindu Siantar Kembali jadi Kota Pendidikan
Martin menjelaskan, secara perlahan predikat Kota Siantar sebagai kota pendidikan terus menyusut. Hal ini juga berpengaruh pada sektor ekonomi. Pasalnya, dulunya sektor ekonomi sangat terdongkrak oleh status Kota Siantar sebagai salah satu kota pusat pendidikan di Indonesia. Kos-kosan untuk anak-anak sekolah dulu banyak, termasuk juga warung-warung makan untuk melayani para pelajar.

Seiring dengan bertambah padatnya penduduk Kota Siantar dan perkebunan yang mulai tergerus, tantangan sektor ekonomi harus segera mendapat perhatian. "Selain harus meningkatkan kualitas pendidikan, juga bagaimana memberdayakan ekonomi masyarakat. Sekarang jumlah penduduk Kota Siantar sudah mencapai sekitar 350 ribu orang. Ini sudah padat," ujar Martin, mantan Pemimpin Umum Surat Kabar Jayakarta (1992-1998) itu.

Sektor perkebunan juga sudah tak bisa diandalkan. "Karena sekarang perkebuanan langsung ke Medan semua," pungkas pria yang selalu jadi langganan wartawan setiap ada isu hukum yang hangat, untuk dimintai tanggapannya. (sam/jpnn)

CUKUP banyak tokoh nasional yang berasal dari Pematangsiantar. Saking banyaknya, sulit menyebut jumlah pasti berapa Siantar Man yang menjadi petinggi


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News